RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai- Pemadaman listrik bergilir yang dikeluhkan masyarakat menjadi perhatian serius bagi DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Anggota DPRD HST, Salpia Riduan mengatakan pihaknya bakal memanggil lagi jajaran PLN Barabai untuk duduk bersama mencari akar masalah dan solusi.
"Kita cari tahu benar atau tidak alasan pemadaman bergilir karena stok batu bara berkurang. Atau ada masalah lain di HST ini," ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Politisi Gerindra itu menambahkan, pihaknya ingin mencari kepastian kapan waktu selesainya pemadaman bergilir di HST ini.
"Para ketua Komisi sepakat akan melakukan pertemuan. Ya ini memang masalah yang ada di Banua Enam, kita cari tahu kapan kepastian selesainya pemadaman ini," pungkasnya.
Sebelumnya Sudah Ada Pertemuan
Sebenarnya, pertemuan antara DPRD dan PLN Barabai telah dilakukan Komisi II pada 1 Juli 2026 lalu. Namun karena persoalan tak kunjung selesai, dewan akan menjadwalkan pertemuan lagi.
Dalam pertemuan sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD HST, Dudi Hermawan, mengatakan banyaknya keluhan masyarakat, terutama pelaku usaha, akibat pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap hari.
"Karena kami menjadi wadah aspirasi masyarakat, kami segera menggelar rapat kerja dengan PLN. Pelaku usaha sangat terganggu dengan kondisi ini," ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Dalam pertemuan itu, Dudi meminta PLN segera menuntaskan permasalahan tersebut agar aktivitas masyarakat dan dunia usaha tidak terus terganggu.
"Kami berharap ada kepastian penyelesaian sehingga masyarakat tidak lagi dirugikan akibat pemadaman listrik bergilir," tegasnya.
Senada, Anggota Komisi II DPRD HST, Rislansyah, juga menyoroti persoalan tegangan listrik yang tidak stabil di kawasan permukiman warga. Menurutnya, kondisi tersebut telah menyebabkan sejumlah peralatan elektronik warga mengalami kerusakan.
"Saya meminta PLN segera melakukan perbaikan jaringan agar masyarakat tidak terus dirugikan akibat tegangan listrik yang naik turun" pintanya.
Penjelasan UP3 PLN Barabai
Menjawab hal tersebut, Assistent Manager Jaringan dan Konstruksi PLN UP3 Barabai, Arliansah menjelaskan pemadaman bergilir dilakukan untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, gangguan bukan disebabkan kekurangan pasokan batu bara, melainkan adanya gangguan pada mesin pembangkit.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ini murni karena gangguan mesin, bukan karena kekurangan batu bara. Kami di UP3 Barabai hanya menjalankan instruksi pengaturan beban dari unit pengatur sistem," jelasnya.
Komisi II juga mempertanyakan kapan kondisi kelistrikan bisa kembali normal. Menurut pihak PLN, upaya perbaikan terus dilakukan dan ditargetkan sistem kembali normal pada Juli 2026.
Selain pemadaman, anggota dewan turut menyoroti tegangan listrik yang tidak stabil hingga menyebabkan kerusakan berbagai peralatan elektronik milik warga.
Menanggapi hal itu, Arliansah menyatakan PLN akan melakukan perbaikan jaringan secara bertahap di titik-titik yang mengalami gangguan.
Soal kompensasi bagi pelanggan terdampak pemadaman, PLN menjelaskan mekanismenya telah diatur.
"Besaran kompensasi dihitung otomatis oleh sistem dan diberikan dalam bentuk pengurangan tagihan listrik tanpa perlu pengajuan dari pelanggan," pungkasnya.
Editor : M Oscar Fraby