RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, RANTAU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tapin menetapkan jumlah pemilih dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026 sebanyak 149.877 jiwa. Data tersebut menjadi dasar menjaga akurasi daftar pemilih sebagai persiapan menuju Pemilu 2029.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 74.516 merupakan pemilih laki-laki dan 75.361 pemilih perempuan yang tersebar di 12 kecamatan serta 135 desa dan kelurahan.
Kecamatan Binuang menjadi wilayah dengan jumlah pemilih terbanyak, yakni 24.392 orang. Sementara Kecamatan Piani tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pemilih paling sedikit, yakni 4.731 orang.
Meski data pemilih telah ditetapkan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tapin memberikan sejumlah catatan penting dalam proses pemutakhiran.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah potensi data pemilih ganda yang melibatkan warga ber-KTP Tapin yang sebelumnya terdaftar sebagai pemilih di luar negeri.
Anggota Bawaslu Kabupaten Tapin, Fadzrul Rahman, mengatakan pada PDPB Triwulan II Tahun 2026 ini KPU Tapin memfokuskan pencermatan terhadap warga Tapin yang pernah masuk daftar pemilih luar negeri, baik sebagai pelajar maupun Pekerja Migran Indonesia (PMI).
"Fokusnya kepada data ganda bagi penduduk ber-KTP Tapin yang sebelumnya terdaftar sebagai pemilih di luar negeri," ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Menurut Fadzrul, sebagian warga tersebut kini telah kembali dan menetap di Kabupaten Tapin sehingga data mereka sebagai pemilih luar negeri harus dihapus agar tidak terjadi duplikasi pada daftar pemilih.
"Kalau yang bersangkutan sudah kembali ke Tapin, maka data pemilih luar negerinya harus dihapus sehingga hanya terdaftar pada satu lokasi pemilihan," jelas Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Bawaslu Tapin itu.
Ia memastikan hak pilih warga tetap terlindungi. Menjelang Pemilu 2029, status mereka akan kembali disesuaikan melalui proses pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih).
"Apabila nanti mereka kembali berada di luar negeri atau tetap tinggal di dalam negeri, hak pilihnya akan disesuaikan berdasarkan hasil coklit sesuai domisili saat itu," katanya.
Fadzrul mengungkapkan, mayoritas pekerja migran asal Tapin saat ini berada di kawasan Timur Tengah. Sementara pelajar asal Tapin yang masuk daftar pemilih luar negeri umumnya menempuh pendidikan di Mesir dan Yaman.
"Data yang kami temui, pekerja migran banyak berada di Timur Tengah, sedangkan pelajar dominan di Mesir dan Yaman," pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto