RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN - Fraksi Gerindra DPRD Tanah Bumbu mengingatkan besarnya anggaran daerah yang tidak terserap secara optimal dapat menghambat pembangunan serta menunda manfaat yang seharusnya dirasakan masyarakat.
Ketua Komisi I DPRD Tanah Bumbu, Boby Rahman, menegaskan setiap rupiah yang telah dialokasikan dalam APBD harus dikelola secara efektif dan direalisasikan secara maksimal agar mampu mendorong pembangunan daerah.
Menurutnya, pengelolaan anggaran yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan pelayanan publik, percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, pengurangan angka kemiskinan, hingga penciptaan lapangan kerja.
"Setiap anggaran yang telah dialokasikan harus dapat direalisasikan secara optimal agar tujuan pembangunan dapat tercapai sesuai dengan perencanaan," ujarnya.
Fraksi Gerindra juga memberikan perhatian khusus terhadap masih belum optimalnya penyerapan anggaran di sejumlah program pemerintah daerah.
Boby menilai rendahnya realisasi anggaran membuat berbagai program pembangunan berjalan lebih lambat, sehingga manfaat yang semestinya segera dirasakan masyarakat ikut tertunda.
"Ketika anggaran yang telah dialokasikan tidak terserap secara optimal, maka manfaat yang seharusnya diterima oleh masyarakat akan ikut tertunda. Ini menjadi evaluasi bersama untuk perbaikan di masa mendatang," tegasnya.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mencatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp1,34 triliun. Nilai SiLPA tersebut menjadi sorotan DPRD sebagai bahan evaluasi terhadap efektivitas pelaksanaan program pembangunan serta pengelolaan keuangan daerah agar ke depan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Editor : Eddy Hardiyanto