Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Patut Dicontoh! Agrowisata Petik Melon di HST Dinilai Mampu Gerakkan Ekonomi Desa

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Jumat, 3 Juli 2026 | 15:04 WIB
PETIK MELON: Warga petik melon langsung dikebun. (Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin)
PETIK MELON: Warga petik melon langsung dikebun. (Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai- Ketua Komisi I DPRD Hulu Sungai Tengah (HST), Yajid Fahmi menilai hadirnya agrowisata petik melon di Desa Jatuh membuka ekonomi baru.

Politiai Nasdem itu pun mengapresiasi inovasi BUMDes Partala Desa Jatuh, Kecamatan Pandawan yang mengembangkan wisata petik melon tersebut. 

Menurutnya, konsep tersebut menjadi terobosan positif yang mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Yajid menilai pengelolaan kebun melon sebagai destinasi wisata petik buah merupakan langkah kreatif dalam mengembangkan sektor pertanian hortikultura. Selain memberikan nilai tambah pada hasil pertanian, konsep tersebut juga berhasil menarik minat pengunjung dari berbagai daerah.

"Kreativitas BUMDes ini patut kita apresiasi, apalagi usaha di bidang pertanian hortikultura ini masih tergolong baru, meski sebagian masyarakat sudah ada yang menanam," ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Ia mengatakan, sistem penjualan melalui promosi dan konsep petik langsung di kebun menjadi daya tarik tersendiri dibanding penjualan secara konvensional.

Yajid berharap inovasi serupa tidak hanya dilakukan oleh BUMDes Partala, tetapi juga diikuti BUMDes lain di Hulu Sungai Tengah dengan mengembangkan potensi usaha sesuai karakteristik desanya masing-masing.

"Semoga ke depan tidak hanya BUMDes ini yang kreatif, tapi BUMDes lain juga bisa mengembangkan jenis usaha berbeda, sehingga ekonomi masyarakat dan Hulu Sungai Tengah semakin membaik," harapnya.

Antusiasme masyarakat terhadap wisata petik melon juga cukup tinggi. Salah seorang pengunjung, Farida, warga Desa Muara Rintis, mengaku mengetahui lokasi tersebut dari informasi yang beredar di grup kecamatan. 

Menurutnya, harga melon lebih terjangkau dibanding di pasaran dengan kualitas yang lebih segar karena dipetik langsung dari kebun.
Farida berharap ke depan pengelola dapat menambah variasi buah yang ditanam agar pilihan bagi pengunjung semakin beragam.

"Kehadiran wisata petik melon BUMDes Partala diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan BUMDes, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar serta mendorong pertumbuhan sektor pertanian hortikultura," pungkasnya.

Editor : Sutrisno
#Barabai #HST