RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Batulicin - Anggota Komisi III DPRD Tanah Bumbu, Masripay, menyoroti masih maraknya debu dan lumpur yang berasal dari aktivitas angkutan tambang di Kecamatan Satui. Persoalan tersebut dinilai belum terselesaikan meski perusahaan tambang dan DPRD telah menyepakati langkah penanganan sejak awal 2025.
Masripay mengatakan kendaraan operasional tambang masih ditemukan melintas di jalan umum dalam kondisi kotor sehingga membawa lumpur ke badan jalan dan kawasan permukiman. Kondisi itu terjadi di sejumlah ruas jalan, mulai dari kawasan Underpass PT Arutmin Indonesia, Makmur Mulia, Sungai Danau hingga Desa Sinar Bulan.
“Kesepakatan sudah pernah dibuat agar kendaraan dibersihkan sebelum memasuki jalan umum atau kawasan permukiman. Namun sampai sekarang masih ada kendaraan yang melintas dalam kondisi kotor,” ujar politisi dari Fraksi PAN itu.
Menurut dia, dampak yang dirasakan masyarakat berbeda sesuai kondisi cuaca. Saat hujan, lumpur menumpuk di jalan dan mengganggu pengguna jalan. Sebaliknya, ketika cuaca panas, endapan lumpur berubah menjadi debu yang berpotensi mengganggu kesehatan warga.
Masripay menilai perusahaan perlu menyediakan fasilitas pencucian kendaraan di titik keluar operasional sebelum armada memasuki jalan umum. Langkah tersebut dinilai lebih efektif dibanding hanya membersihkan dampak yang sudah terlanjur muncul di jalan.
Ia juga menyoroti upaya pembersihan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanah Bumbu. Menurutnya, petugas yang diturunkan setiap hari belum mampu mengimbangi banyaknya lumpur yang terus terbawa kendaraan tambang ke jalan raya.
Akibatnya, kata dia, pemerintah daerah harus terus mengeluarkan anggaran untuk membersihkan jalan, sementara sumber permasalahan dinilai belum ditangani secara maksimal.
Editor : Arif Subekti