Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Infrastruktur hingga Pertanian Jadi Keluhan Warga, DPRD HST Janjikan Ini

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Senin, 22 Juni 2026 | 11:46 WIB
Warga Kecamatan Labuan Amas Utara. saat mengeluhkan kondisi infrastruktur kepada Anggota DPRD HST. (Jamaluddin/Radar Banjarmasin).
Warga Kecamatan Labuan Amas Utara. saat mengeluhkan kondisi infrastruktur kepada Anggota DPRD HST. (Jamaluddin/Radar Banjarmasin).

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai - Jalan rusak, persoalan sampah di sungai, hingga kebutuhan akses pertanian menjadi keluhan warga Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Keluhan warga didominasi masalah infrastruktur jalan dan jembatan, normalisasi sungai, penanganan sampah, serta kebutuhan pendukung sektor pertanian.

Seperti yang disampaikan warga Desa Samhurang, mereka mengeluhkan kondisi jalan yang menjadi akses utama masyarakat dan petani. 

"Jalan yang rusak menghambat aktivitas warga serta distribusi hasil pertanian," ujarnya, Senin (22/6/2026).

Sementara itu, warga Desa Kadundung meminta pembangunan jembatan gantung di RT 01 yang berada di belakang kantor desa. Jembatan tersebut dianggap penting karena menjadi akses menuju jalan usaha tani.

Keluhan serupa juga datang dari warga Desa Sungai Buluh. Mereka meminta pembangunan jalan menuju kuburan muslim yang masih menyisakan sekitar 30 meter agar akses dapat tersambung sepenuhnya. Selain itu, warga juga mengusulkan rehabilitasi jembatan lingkungan yang kondisinya mulai menua.

Di Desa Kasarangan, masyarakat berharap adanya pengaspalan maupun paving jalan lingkungan serta pemasangan penerangan jalan umum untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan warga.

Selain persoalan infrastruktur, warga juga menyoroti masalah lingkungan. Masyarakat Desa Binjai Pirua meminta normalisasi sungai di wilayah perbatasan RT 03 dan RT 04 karena dinilai mengalami pendangkalan dan berpotensi mengganggu aliran air.

Sedangkan warga Desa Pahalatan mengeluhkan banyaknya sampah yang terbawa aliran sungai dari arah Barabai. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kebersihan lingkungan dan aktivitas masyarakat di sekitar sungai.

Keluhan terkait sampah juga disampaikan warga Desa Pamangkih. Mereka menilai persoalan sampah tidak akan selesai apabila masih ada masyarakat yang membuang sampah ke sungai.

Di sektor pertanian, warga Desa Rantau Keminting mengusulkan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) guna mempermudah akses menuju lahan pertanian.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ketua Komisi I DPRD HST Yajid Fahmi menjanjikan seluruh usulan masyarakat akan menjadi bahan pembahasan dan diperjuangkan sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran daerah.

“Semua aspirasi yang disampaikan akan kami tampung dan menjadi bahan untuk diperjuangkan dalam pembahasan pembangunan daerah,” janjinya, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, pertemuan ini menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi secara langsung kepada wakil rakyat.

"Aspirasi yang disampaikan warga dapat menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan sehingga kebutuhan masyarakat di Kecamatan Labuan Amas Utara dapat direalisasikan secara bertahap" pungkasnya.

Editor : M Oscar Fraby
#aspirasi #DPRD HST #Barabai