RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Barito Kuala (Batola) terus mendorong lahirnya generasi muda yang peduli terhadap demokrasi. Upaya itu diwujudkan melalui kegiatan pendidikan pengawasan partisipatif yang kali ini menyasar para pelajar SMKN 4 Marabahan di Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak.
Ketua Bawaslu Batola, Muhammad Syaifi, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Karena itu, kesadaran untuk ikut mengawasi jalannya pemilu harus ditanamkan sejak dini.
"Pemilu yang bersih tidak lahir begitu saja. Harus ada keberanian untuk peduli, mengawasi, dan menolak praktik-praktik yang mencederai demokrasi," tegas Syaifi, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, para pelajar saat ini merupakan calon pemilih pemula yang akan menjadi bagian penting dalam Pemilu 2029 mendatang. Mereka tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus terlibat aktif dalam menjaga proses demokrasi agar berjalan jujur dan adil.
"Anak-anak muda jangan hanya menjadi penonton politik. Mereka harus menjadi bagian dari upaya menjaga agar demokrasi berjalan jujur dan adil," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Syaifi juga mengingatkan berbagai tantangan demokrasi modern yang semakin kompleks, mulai dari praktik politik uang, penyebaran hoaks, hingga rendahnya kepedulian masyarakat terhadap pelanggaran pemilu.
Menurutnya, generasi muda memiliki posisi penting dalam menghadapi tantangan tersebut melalui pemanfaatan literasi digital yang baik serta keberanian untuk bersikap kritis terhadap berbagai informasi yang beredar.
"Generasi muda memiliki posisi strategis untuk melawan praktik politik uang dan hoaks. Bekalnya adalah literasi digital yang baik serta keberanian untuk bersikap kritis," katanya.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah itu berjalan interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti materi dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari netralitas penyelenggara, pengawasan media sosial, hingga peran pemilih pemula dalam mencegah pelanggaran pemilu.
Tak hanya memberikan pendidikan pengawasan partisipatif, Bawaslu Batola juga berkolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Barito Kuala untuk menggelar pendidikan politik sekaligus pelayanan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) bagi pelajar yang telah memenuhi syarat usia.
Syaifi menjelaskan, kepemilikan KTP-el merupakan syarat penting bagi warga negara untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu maupun pemilihan kepala daerah.
"KTP-el bukan hanya dokumen administrasi kependudukan, tetapi juga menjadi syarat penting bagi warga negara untuk menyalurkan hak pilihnya pada pemilu maupun pemilihan kepala daerah," jelasnya.
Ia berharap kolaborasi antara Bawaslu dan Disdukcapil dapat mendukung akurasi data kependudukan sekaligus meningkatkan partisipasi pemilih muda pada pesta demokrasi mendatang.
"Kami berharap para pelajar sebagai calon pemilih pemula dapat memahami pentingnya keterlibatan dalam demokrasi dan memiliki dokumen kependudukan yang sah sebagai bentuk pemenuhan hak sipil mereka," pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto