Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Harga BBM Melonjak Rawan Penyelewengan ! DPRD Banjarmasin Minta Pengawasan Diperketat

Endang Syarifuddin • Kamis, 18 Juni 2026 | 14:41 WIB
PENGAWASAN DIPERKETAT: Pengendara mengantre untuk mengisi BBM di salah satu SPBU di Kota Banjarmasin.
PENGAWASAN DIPERKETAT: Pengendara mengantre untuk mengisi BBM di salah satu SPBU di Kota Banjarmasin.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi dinilai tidak hanya berdampak pada meningkatnya biaya hidup masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu penyalahgunaan BBM subsidi. Karena itu, pengawasan distribusi BBM bersubsidi harus diperketat agar penyalurannya tetap tepat sasaran.

Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Rudy Heriyadi, mengatakan kenaikan harga BBM non subsidi saat ini merupakan dampak dari melonjaknya harga minyak dunia yang turut memengaruhi pasar energi nasional.

“Kenaikan BBM non subsidi saat ini memang tidak bisa dihindari karena merupakan bagian dari mata rantai kenaikan harga minyak dunia. Namun pemerintah masih berupaya menjaga stabilitas dengan tidak menaikkan harga BBM subsidi,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Menurut Ketua Fraksi Golkar DPRD Banjarmasin itu, kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi merupakan langkah penting untuk melindungi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, selisih harga yang semakin lebar antara BBM subsidi dan non subsidi berisiko memicu penyalahgunaan jika tidak diawasi secara serius.

Karena itu, ia meminta pemerintah dan pihak terkait memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi agar tidak dinikmati oleh kelompok yang sebenarnya tidak berhak.

“Pengawasan harus diperketat agar disparitas harga antara BBM subsidi dan non subsidi tidak memicu gejolak di masyarakat. Jangan sampai ada penyalahgunaan BBM yang tidak sesuai dengan peruntukannya,” tegas Rudy.

Ia menegaskan bahwa BBM subsidi merupakan bentuk bantuan negara yang diperuntukkan bagi masyarakat tertentu. Oleh sebab itu, distribusinya harus benar-benar tepat sasaran agar manfaatnya dirasakan oleh warga yang membutuhkan.

“Ada hak-hak warga negara yang harus kita jaga. Masyarakat yang memang berhak harus mendapatkan BBM subsidi, sedangkan yang mampu seharusnya menggunakan BBM non subsidi,” katanya.

Di tengah ketidakpastian pasar energi global, Rudy berharap harga minyak dunia segera kembali stabil sehingga tekanan terhadap harga BBM dapat berkurang. Dengan demikian, dampak lanjutan terhadap biaya transportasi, distribusi barang, hingga harga kebutuhan pokok dapat ditekan.

“Kita berharap krisis energi global ini segera berakhir sehingga kondisi ekonomi masyarakat bisa kembali lebih stabil,” pungkasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#pengawasan #BBM #DPRD Banjarmasin