BANJARMASIN – Realisasi anggaran proyek strategis daerah di Kota Banjarmasin hingga pertengahan tahun masih sangat rendah. Dari total anggaran yang disiapkan, serapan baru mencapai sekitar 5 persen. Kondisi ini membuat Komisi III DPRD was-was terhadap penyelesaian sejumlah proyek prioritas yang ditargetkan rampung tahun ini.
Kekhawatiran tersebut mencuat dalam rapat kerja Komisi III DPRD Kota Banjarmasin bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kamis (11/6/2026). Pasalnya, sebagian besar proyek strategis masih berada pada tahap persiapan kontrak, sementara waktu pelaksanaan terus berjalan.
Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Ridho Akbar mengatakan rendahnya serapan anggaran menjadi perhatian serius karena dapat berpengaruh terhadap progres pekerjaan di lapangan. Karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi berkala sekaligus memperketat pengawasan terutama terhadap proyek-proyek strategis daerah.
"Kami akan melakukan evaluasi kembali dan turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh proyek strategis daerah berjalan sesuai rencana dan dapat diselesaikan tepat waktu," ujarnya.
Politisi muda Golkar ini menjelaskan, pada tahun 2026 terdapat enam proyek strategis daerah yang menjadi prioritas Pemko Banjarmasin. Tiga proyek berada di sektor jalan dan jembatan, sedangkan tiga lainnya berada di bidang cipta karya.
Menurutnya, proyek rekonstruksi jalan relatif tidak terlalu mengkhawatirkan karena masa pengerjaannya hanya sekitar tiga bulan. "Namun pembangunan Jembatan Zapry Zamzam dinilai membutuhkan pengawasan lebih intensif, karena nilai investasi dan tingkat kompleksitas pekerjaannya cukup besar," katanya.
Ia menegaskan DPRD tidak ingin proyek bernilai sekitar Rp14 miliar itu mengalami keterlambatan yang berpotensi menimbulkan persoalan pada akhir tahun anggaran. Karena itu, Dinas PUPR maupun kontraktor pelaksana diminta memaksimalkan waktu yang tersedia.
Selain memastikan proyek selesai tepat waktu, Komisi III juga akan mengawasi kualitas pekerjaan. Menurut Ridho, keterbatasan APBD mengharuskan setiap proyek strategis memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
"Mengingat kondisi APBD yang terbatas, setiap proyek strategis harus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Karena itu kami akan lebih sering turun ke lapangan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi dan jadwal," tegasnya.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin Ir Candra Iriandi Wijaya memastikan seluruh proyek strategis yang telah direncanakan tetap berjalan sesuai target. Saat ini beberapa kegiatan sudah memasuki tahap kontrak.
Ada enam kegiatan strategis, yakni pembangunan fasilitas di kawasan Zapry Zamzam, dua paket penanganan jalan, pekerjaan infrastruktur kawasan Balai Jembatan, pembangunan Gedung Kelurahan Sungai Baru, serta pembangunan tiga unit rumah pompa.
"Beberapa kegiatan sudah memasuki tahap kontrak pada bulan ini. Untuk proyek di kawasan Zapry Zamzam, proses kontrak ditargetkan selesai pada pertengahan bulan sehingga pekerjaan fisik dapat segera dimulai," jelasnya.
Candra menambahkan seluruh pekerjaan ditargetkan rampung paling lambat awal Desember 2026. Karena itu, percepatan administrasi dan proses kontrak terus dilakukan agar waktu pelaksanaan di lapangan tidak terbuang.
"Target kami seluruh pekerjaan selesai paling lambat awal Desember. Dengan kontrak yang ditandatangani pertengahan bulan ini, pelaksana masih memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal sebelum akhir tahun anggaran," pungkas Chandra.
Editor : Muhammad Rizky