BANJARBARU – Keberadaan lahan tidur milik Bandara Internasional Syamsudin Noor memantik perhatian serius dari kalangan legislatif. Komisi II DPRD Kota Banjarbaru menilai aset lahan yang maha luas tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Sinyal desakan itu dilemparkan langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Banjarbaru, Ir Syamsuri, di sela kunjungan kerja (kunker) ke manajemen Bandara Internasional Syamsudin Noor, belum lama tadi.
"Kami melihat ada peluang besar di seberang kawasan bandara. Seharusnya lahan itu tidak dibiarkan menganggur, melainkan bisa dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha yang menyerap tenaga kerja lokal," ujar Syamsuri kepada awak media.
Politikus senior ini membidik sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai motor penggerak utama. “Mudah-mudahan pihak bandara bisa punya planning ke depan. Bisa membuka ruang untuk orang buka warung atau usaha kuliner di sana,” cetus Syamsuri.
Pemkot Banjarbaru, dan pelaku UMKM akan menjadi simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan. Pemanfaatan lahan secara produktif di sekitar objek vital tersebut dipastikan akan mempercepat realisasi konsep aerocity (kota bandara) yang kini tengah digodok dan diusung oleh Pemerintah Kota Banjarbaru. (she)
Editor : Muhammad Rizky