RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Momentum Bulan Bung Karno tahun 2026 tidak sekadar diperingati secara seremonial lewat upacara atau perlombaan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kotabaru, Rabu (10/6/2026).
Partai berlambang banteng moncong putih ini memilih turun langsung ke masyarakat, menyasar salah satu persoalan krusial daerah penanganan stunting.
Melalui aksi nyata, DPC PDI Perjuangan Kotabaru menggelar Sosialisasi Penanganan Stunting sekaligus menyalurkan paket bantuan sembako kepada keluarga penerima manfaat stunting di Bumi Saijaan.
Kegiatan yang sarat akan esensi kemanusiaan ini diinisiasi oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kotabaru, Gewsima Mega Putra. Ia menegaskan spirit ajaran Bung Karno harus diimplementasikan dalam gerak nyata yang menyentuh langsung hajat hidup orang banyak.
“Melalui momentum Bulan Bung Karno, kami ingin terus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang sejati. PDI Perjuangan harus berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat kontestasi pemilu, tetapi juga saat rakyat membutuhkan perhatian dan uluran tangan nyata,” ujar legislator lulusan Doktor ini.
Jalannya sosialisasi dipimpin langsung oleh dr Janu, Wakil Ketua Bidang Kesehatan DPC PDI Perjuangan Kotabaru.
Di hadapan para orang tua, dr Janu mengupas tuntas pentingnya pemenuhan gizi seimbang, penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), hingga optimalisasi peran Posyandu.
“Stunting ini bukan sekadar urusan fisik atau tinggi badan anak, tetapi taruhannya adalah kualitas kesehatan, kecerdasan, dan masa depan generasi penerus bangsa. Perlu kerja keras dan kepedulian bersama, dimulai dari lingkungan keluarga,” beber dr. Janu.
Tak hanya membekali warga dengan edukasi, aksi sosial ini juga dibarengi dengan penyerahan bantuan paket sembako kepada 14 keluarga penerima manfaat stunting.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bendahara DPC Yuli Astuti bersama Wakil Ketua DPC Dedy Rosyadi.
Yuli Astuti berharap, stimulan berupa paket sembako ini dapat membantu mencukupi kebutuhan gizi harian keluarga.
Sementara itu, Dedy Rosyadi menambahkan bahwa aksi ini merupakan cerminan dari ideologi gotong royong yang diwariskan oleh sang proklamator.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan akrab tersebut ditutup dengan komitmen bersama lewat pekikan yel-yel penyemangat: “Anak Sehat, Keluarga Kuat, Indonesia Hebat,”
Editor : Fauzan Ridhani