RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN – Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu, Sya'bani Rasul, menyambut positif pembangunan gedung dialisis baru di RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor. Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan fasilitas kesehatan harus dibarengi dengan penguatan sumber daya manusia (SDM) dan kualitas pelayanan kepada pasien.
Menurut politisi Fraksi Gerindra tersebut, keberhasilan sebuah rumah sakit tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran atau megahnya fasilitas yang dimiliki. Faktor terpenting adalah kompetensi tenaga kesehatan serta kenyamanan yang dirasakan masyarakat saat mendapatkan layanan.
"Seberapa pun anggaran yang diberikan pemerintah, yang terpenting adalah pengembangan SDM," ujarnya.
Sya'bani menilai rumah sakit daerah harus terus berbenah dan meningkatkan daya saing agar mampu menjadi pilihan utama masyarakat. Salah satu caranya adalah mempelajari praktik pelayanan dari rumah sakit yang telah berhasil membangun kepercayaan publik.
Ia mencontohkan Rumah Sakit Suaka Insan di Banjarmasin yang hingga kini tetap diminati masyarakat meskipun telah lama beroperasi.
"Rumah sakit harus bisa bersaing. Kita bisa melihat referensi dari beberapa rumah sakit. Suaka Insan misalnya, meskipun rumah sakit tua, masyarakat tetap banyak yang datang karena bersih dan pelayanannya baik," katanya.
Menurut Sya'bani, pembangunan gedung dialisis hendaknya tidak hanya berorientasi pada penambahan fasilitas fisik. Yang tidak kalah penting adalah memastikan pasien mendapatkan pelayanan yang ramah, cepat, profesional, serta lingkungan rumah sakit yang nyaman.
Ia meyakini kualitas pelayanan dan kenyamanan fasilitas akan menjadi faktor utama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di Kabupaten Tanah Bumbu.
Sebagai informasi, RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor baru saja meresmikan gedung dialisis pada 1 Juni 2026. Fasilitas tersebut dilengkapi ruang hemodialisis, area penerimaan pasien, ruang karantina mandiri, serta 10 unit mesin hemodialisis untuk melayani pasien gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah secara rutin.
Pembangunan gedung baru ini dilakukan sebagai upaya menjawab tingginya kebutuhan layanan hemodialisis yang selama ini menyebabkan antrean pasien. Saat ini rumah sakit masih memiliki puluhan pasien dalam daftar tunggu.
Ke depan, RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor menargetkan penambahan kapasitas hingga 20 mesin dan tempat tidur hemodialisis setelah seluruh persyaratan perizinan serta sarana pendukung terpenuhi.
Editor : Eddy Hardiyanto