Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pembinaan Ala Barak Militer Dinilai Efektif, Gusti Iskandar: Bisa Diterapkan di Kalsel

Zulvan Rahmatan • Jumat, 15 Mei 2026 | 09:32 WIB
PEMBINAAN: Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Gusti Iskandar menanggapi wacana pembinaan ala barak militer yang akan diterapkan untuk kenakalan remaja di Banjarmasin. (Foto; Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
PEMBINAAN: Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Gusti Iskandar menanggapi wacana pembinaan ala barak militer yang akan diterapkan untuk kenakalan remaja di Banjarmasin. (Foto; Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Wacana program pembinaan khusus ala barak militer mulai menguat di Banjarmasin. Pemerintah Kota Banjarmasin menjadi yang pertama menyatakan keinginan untuk meniru konsep tersebut di Kalimantan Selatan, tujuannya mengatasi permasalahan kenakalan remaja yang terus berlanjut.

Kebijakan ini mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah. Menurutnya, langkah tersebut telah terbukti, seperti yang dilakukan di Jawa Barat oleh Gubernur Dedi Mulyadi. “Itukan untuk memberikan efek jera, yang dilakukan di Jawa Barat akhirnya kan terasa,” ujarnya. Selasa (12/5/2026).

Legislator yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan ini menilai, langkah yang dilakukan pemerintah daerah, khususnya di Banjarmasin untuk meniru program tersebut tidak akan ambil apabila ada solusi yang lebih efektif dari pembinaan ala barak militer. “Jika tidak ada kenakalan remaja untuk apa kita melakukan itu? Kalau tidak bermasalah mereka juga pasti tidak akan mau,” jelasnya.

Selain itu, Politisi Partai Golkar ini juga memandang program pembinaan khusus ala barak militer tersebut memiliki pengaruh yang luar biasa dalam membentuk karakter disiplin, bahkan telah banyak mendapat apresiasi untuk menekan kenakalan remaja di Jawa Barat. “Remaja yang keluyuran malam memang harus ada jamnya, di tempat kita harusnya sama,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Banjarmasin menilai kenakalan remaja semakin meresahkan dan perlu perhatian serius.

Selain itu, perilaku tersebut sangat rentan menjurus pada tindakan berbahaya dan mengganggu ketertiban umum.

Anak muda yang keluyuran tengah malam, balapan liar, hingga konvoi membawa senjata tajam dinilai tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan sepele.

Pemko Banjarmasin pun mulai mempertimbangkan program pembinaan khusus ala barak militer dengan berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk menyiapkan merealisasi di lingkungan Rindam.

Editor : Arief
#kalimantan selatan #Pendidikan #militer #DPRD Kalsel