RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI - Sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) dan komunitas di Kabupaten Tanah Laut (Tala) menyuarakan berbagai persoalan yang selama ini dinilai menghambat pengembangan generasi muda. Aspirasi itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Tala bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), di ruang rapat paripurna DPRD Tala, Senin lalu.
RDP dipimpin Ketua Komisi II DPRD Tala, H Agus Prasetya, dan dihadiri Kepala Dispora Tala, Rudi Imtihansyah, beserta jajaran.
Dalam forum tersebut, perwakilan organisasi pemuda menyoroti minimnya dukungan terhadap pembinaan kepemudaan di Tala. Mulai dari keterbatasan anggaran, kurangnya fasilitas penunjang, hingga belum adanya gedung khusus yang dapat menjadi pusat aktivitas pemuda.
Ketua Komisi II DPRD Tala, H Agus Prasetya, menegaskan bahwa pemuda merupakan aset penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, menurutnya, potensi generasi muda harus didukung melalui kebijakan yang nyata dan fasilitas yang memadai.
Salah satu aspirasi utama yang mengemuka adalah kepastian alokasi anggaran dari APBD untuk mendukung kegiatan organisasi kepemudaan. Selain itu, para peserta juga mengusulkan pembangunan gedung seni budaya yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan, kreativitas, hingga pertunjukan seni anak muda Tala.
Anggota Komisi II DPRD Tala, Ridha Hayani, mengatakan usulan tersebut merupakan kebutuhan nyata yang dirasakan organisasi kepemudaan di lapangan.
“Mereka meminta adanya sarana penunjang, termasuk gedung seni budaya yang bisa menjadi pusat aktivitas organisasi kepemudaan di Tala,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).
Tak hanya itu, peserta RDP juga mengusulkan agar pengelolaan asrama kepemudaan dialihkan ke Dispora. Langkah tersebut dinilai penting agar pembinaan terhadap generasi muda bisa berjalan lebih terarah dan optimal.
Para organisasi juga mendorong lahirnya regulasi yang lebih jelas terkait pembinaan kepemudaan. Mereka berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih serius agar organisasi kepemudaan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Ridha menyebut organisasi yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari organisasi mahasiswa, kepemudaan, pramuka, hingga komunitas seni budaya.
“Mereka ingin ada perhatian lebih dari pemerintah daerah supaya organisasi kepemudaan bisa terayomi dan pembinaan berjalan optimal,” katanya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Komisi II DPRD Tala menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti usulan para pemuda. DPRD juga berjanji akan memperjuangkan peningkatan anggaran serta penyediaan fasilitas dalam pembahasan Perubahan APBD 2026 maupun APBD 2027.
Selain itu, DPRD mendorong pemanfaatan aset daerah dan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperkuat sektor kepemudaan di Tala.
“Harapannya, pemuda Tala bisa dibina dan berkembang menjadi kader pemimpin masa depan yang berkualitas,” pungkas Ridha.
Editor : Eddy Hardiyanto