RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Proyek ambisius Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mekar Putih di pesisir Kotabaru nantinua bukan sekadar tumpukan beton dan sandaran kapal internasional, Rabu (13/5).
Di balik potensi ekonomi yang menggiurkan, tersimpan ancaman nyata bagi warga lokal jika tak bersiap diri akan terpinggirkan di tanah sendiri.
Peringatan keras ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Kotabaru, Awaludin. Politisi PAN ini menyadari bahwa kehadiran pelabuhan berskala internasional tersebut bakal membawa standar kualifikasi kerja yang tinggi.
Jika pemerintah dan masyarakat abai, maka warga Pulau Laut hanya akan gigit jari menyaksikan gerbong kemajuan melintas di depan mata.
"Kawasan ini akan memiliki pelabuhan internasional yang sangat besar. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Masyarakat di Pulau Laut Kepulauan, Selatan, Barat, dan wilayah Kotabaru lainnya harus siap dari sekarang,” tegas Awaludin.
Bagi Awaludin, retorika kemajuan ekonomi tidak akan berarti apa-apa tanpa penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Ia menyoroti ketimpangan yang mungkin terjadi jika putra-putri daerah tidak dibekali sertifikasi atau gelar akademik yang relevan dengan kebutuhan industri di KEK Mekar Putih nantinya.
Ia berkomitmen untuk pasang badan memfasilitasi akses pendidikan tinggi bagi pemuda lokal. Menurutnya, Kotabaru sudah memiliki instrumen pendidikan yang cukup, tinggal bagaimana pemerintah untuk memanfaatkannya.
"Kita punya Poltek, STKIP, dan STIT Darul Ulum. Saya akan arahkan dan fasilitasi agar anak-anak kita kuliah. Pemerintah daerah tidak boleh absen, harus hadir memberikan modal awal," cetusnya.
Lebih jauh, Awaludin melihat keterkaitan erat antara kualitas SDM dengan perputaran ekonomi di level akar rumput.
Logikanya sederhana. Jika anak muda lokal terserap di sektor profesional, daya beli masyarakat di desa-desa akan terkerek naik secara otomatis.
"Jika SDM kita siap dan desa-desa kita ramai dengan aktivitas ekonomi yang produktif, maka pendapatan masyarakat pun otomatis akan naik. Kita ingin pertumbuhan ekonomi ini dirasakan hingga ke dapur-dapur warga, bukan sekadar angka di atas kertas laporan," tambahnya.
Editor : Arif Subekti