BRC Belum Optimal, Komisi III Dorong Tambahan Mesin
Endang Syarifuddin• Jumat, 8 Mei 2026 | 12:23 WIB
Rombongan Komisi III DPRDn Kota Banjarmasin ketika sidak operasional pengolahan sampah di Banua Recycle Center (BRC), Jumat (8/5/2026).(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Tumpukan sampah di Kota Banjarmasin masih belum sebanding dengan kapasitas pengolahan di Banua Recycling Center (BRC). Saat Komisi III DPRD Kota Banjarmasin melakukan sidak, Jumat (8/5), BRC diketahui baru mampu mengolah sekitar 10 ton sampah per hari. Bahkan, satu dari dua mesin pengolah yang ada masih dalam perbaikan.
Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar mengatakan, pihaknya sengaja turun langsung untuk melihat operasional BRC sekaligus mengevaluasi kemampuan pengolahan sampah di lokasi tersebut.
“Hari ini kami melihat langsung bagaimana operasional BRC. Ada dua mesin standby, tapi satu masih dalam perbaikan,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin.
Menurut politisi muda Golkar ini, kapasitas pengolahan yang ada saat ini masih jauh dari harapan. Ia menilai, BRC seharusnya mampu mengolah lebih banyak sampah agar bisa membantu mengurangi persoalan darurat sampah di Kota Banjarmasin.
“Kita berharap kapasitasnya tidak cuma 10 ton per hari. Kalau bisa sampai 20 sampai 30 ton per hari, tentu sangat membantu mengurangi volume sampah kota,” katanya.
Dari hasil sidak, Komisi III juga menemukan proses pemilahan sampah belum berjalan optimal. Baik dari sisi alat maupun tenaga kerja dinilai masih terbatas. Karena itu, dewan segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin guna mencari solusi peningkatan kapasitas pengolahan di BRC.
“Kami akan komunikasikan dengan DLH, termasuk kemungkinan penambahan alat baru serta SDM supaya kapasitas pemilahan di sini bisa meningkat,” tambahnya.
Terpisah, pengelola BRC Direktur Utama PALD Banjarmasin, Endani mengakui fasilitas yang ada saat ini memang masih perlu banyak penguatan agar pengolahan sampah bisa berjalan optimal.
“Kami sangat mengapresiasi kedatangan Komisi III yang langsung meninjau ke lapangan. Memang kami membutuhkan atensi supaya pengolahan sampah di sini bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Menurut Endani, kebutuhan utama saat ini bukan hanya tambahan mesin, tetapi juga penambahan SDM dan dukungan teknologi.
“Saat ini ada sekitar 20 pekerja dengan dua mesin. Idealnya ada tambahan dua mesin lagi supaya total empat mesin bisa bekerja simultan,” jelasnya.
Ia berharap BRC bisa menjadi pusat utama pengolahan sampah di Kota Banjarmasin. "Bahkan ke depan, konsep serupa diharapkan dapat tersedia di setiap kecamatan," tutup Endani.(gmp)