Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Konvoi Remaja Bersajam Dibekuk Polisi ! Ketua Komisi I DPRD Banjarmasin Usul Mereka Dibina di Barak Militer

Endang Syarifuddin • Kamis, 7 Mei 2026 | 15:02 WIB
TERTUNDUK: Sejumlah remaja diamankan aparat gabungan di Polresta Banjarmasin setelah video mereka konvoi membawa senjata tajam viral di media sosial.
TERTUNDUK: Sejumlah remaja diamankan aparat gabungan di Polresta Banjarmasin setelah video mereka konvoi membawa senjata tajam viral di media sosial.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN –  Maraknya aksi konvoi remaja membawa senjata tajam yang diduga hendak tawuran mulai memicu kekhawatiran serius. DPRD Kota Banjarmasin pun angkat bicara dan meminta semua pihak tidak menyepelekan fenomena tersebut.

Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin, Aliansyah menilai kemunculan geng remaja bersenjata tajam bukan gambaran wajah Banjarmasin yang selama ini dikenal religius dan menjunjung ketertiban.

“Yang jelas kita prihatin. Adanya geng anak-anak yang membawa senjata tajam di Banjarmasin ini bukan ciri khas masyarakat kita,” ujarnya, Rabu (7/5/2026).

Politisi PKS itu mengakui kondisi saat ini belum bisa disebut darurat. Namun, ia mengingatkan potensi bahayanya sangat besar jika tidak segera ditangani secara serius.

“Belum darurat, tapi ini sudah perlu perhatian serius. Kemungkinan mereka ingin mencari perhatian dan menunjukkan jati diri,” katanya.

Aliansyah mengungkapkan kelompok remaja tersebut diduga cukup terorganisir. Mereka disebut memiliki nama geng dan aktif berkomunikasi melalui WhatsApp hingga media sosial untuk merencanakan aksi konvoi maupun tawuran.

“Ada gabungan beberapa geng, punya nama kelompok, dan komunikasi lewat media sosial,” bebernya.

Menurutnya, aksi membawa senjata tajam dan mencari lawan tawuran tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun. Karena itu, pengawasan harus diperkuat dari semua lini, mulai pemerintah, aparat keamanan, sekolah hingga keluarga.

Ia menegaskan, peran orang tua menjadi benteng utama agar anak tidak terjerumus dalam pergaulan negatif. Orang tua diminta lebih aktif memantau aktivitas anak, termasuk penggunaan telepon genggam dan lingkungan pergaulan.

“Orang tua harus tahu anak pulang jam berapa dan memastikan benar-benar ada di rumah. HP anak juga harus diperiksa secara berkala,” tegasnya.

Sebagai langkah pembinaan, DPRD bahkan mengusulkan program khusus bagi remaja yang sudah terindikasi masuk geng jalanan. Salah satunya melalui pembinaan disiplin di barak militer maupun kepolisian.

“Bisa dibina di barak tentara atau kepolisian supaya mereka lebih disiplin dan terarah,” usulnya.

Aliansyah juga meminta aparat keamanan lebih rutin melakukan patroli malam untuk mencegah tawuran maupun aksi kriminal remaja lainnya.

“Jangan sampai sudah viral baru ada tindakan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Banjarmasin Timur AKP Morris Widhi Harto melalui Kanit Reskrim Sukma Yudhistira Nugraha mengimbau para orang tua agar lebih peduli terhadap aktivitas anak-anak mereka.

“Kami meminta orang tua lebih aktif mengawasi pergaulan anak agar tidak terjerumus dalam aksi kenakalan remaja yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

Diketahui, delapan remaja diamankan Polisi pada Senin malam (4/5/2026) di kawasan Jalan Pangeran Hidayatullah. Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah celurit panjang, sepeda motor yang digunakan saat konvoi, serta pakaian yang dikenakan ketika aksi berlangsung.

Editor : Eddy Hardiyanto
#bersajam #remaja #ketua komisi i #DPRD Banjarmasin #konvoi