Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pemuda Harus Jago Negosiasi, Pemkab HST Gelar Pelatihan Kepemudaan

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Sabtu, 25 April 2026 | 21:32 WIB
PEMBICARA: Ketua Komisi I DPRD HST, Yajid Fahmi, menjadi pembicara dalam pelatihan kepemudaan. 
PEMBICARA: Ketua Komisi I DPRD HST, Yajid Fahmi, menjadi pembicara dalam pelatihan kepemudaan. 

 RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Yajid Fahmi AS, menekankan pentingnya penguasaan teknik negosiasi bagi pemuda dalam mengelola konflik di masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Kepemimpinan Pemuda “Menyala 2026” yang berlangsung pada 21–23 April 2026 di Hotel Rattan Inn Banjarmasin.

Menurut Yajid, negosiasi merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki pemuda untuk menjaga keharmonisan di tengah perbedaan. “Negosiasi bukan soal menang atau kalah, tetapi bagaimana semua pihak bisa menerima solusi bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konflik dalam kehidupan sosial tidak dapat dihindari dan dapat muncul dari berbagai persoalan, seperti sengketa lahan, pelayanan publik, bantuan sosial, hingga dinamika organisasi. Karena itu, diperlukan teknik negosiasi yang tepat agar konflik tidak berkembang.

“Perbedaan itu pasti ada. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita mengelolanya. Konflik bukan untuk diperbesar, tetapi harus dikelola agar menghasilkan penyelesaian yang lebih baik,” katanya.

Beberapa teknik yang ditekankan antara lain mendengarkan sebelum merespons, memisahkan persoalan dari individu, serta menggunakan data dan aturan sebagai dasar dalam menyampaikan pendapat. “Banyak konflik terjadi karena orang tidak mau mendengar. Padahal, dengan mendengar saja, setengah masalah sebenarnya sudah bisa diselesaikan,” ucapnya.

Selain itu, pemuda juga diminta mampu mencari kepentingan bersama sebagai titik temu dalam penyelesaian konflik, serta memastikan hasil negosiasi menghasilkan kesepakatan yang jelas dan dapat dijalankan.

“Gunakan data, gunakan aturan. Jangan pakai emosi. Kalau semua pihak mau duduk bersama, pasti ada jalan keluar,” tegasnya.

Yajid juga menyoroti pentingnya cara berkomunikasi dalam proses negosiasi. Menurutnya, penggunaan bahasa yang tepat dapat meredam ketegangan, sementara ucapan yang tidak terkontrol justru berpotensi memperbesar konflik. 

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#hulu sungai tengah #kalimantan selatan #pemuda #DPRD HST