RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Proses penjaringan calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Kalimantan Selatan resmi dimulai. Untuk menyaring figur terbaik, DPW PKB Kalsel menggelar uji kelayakan dan kepatutan (UKK) bagi para kandidat.
Sekretaris DPW PKB Kalsel, Hilyah Aulia, menegaskan bahwa UKK bukan sekadar formalitas. Tahapan ini dirancang untuk menguji secara menyeluruh kapasitas, integritas, hingga loyalitas kader yang akan memimpin partai di tingkat kabupaten/kota.
“UKK ini benar-benar untuk mengukur kemampuan kader. Bukan hanya kapasitas, tapi juga integritas dan loyalitas terhadap partai,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Dalam prosesnya, setiap peserta diberi ruang yang sama untuk memaparkan visi, misi, serta strategi membesarkan PKB di daerah masing-masing. Penilaian dilakukan secara komprehensif, mulai dari pemahaman ideologi partai hingga kemampuan membangun konsolidasi.
“Semua aspek kita nilai, termasuk kepemimpinan dan kesiapan menggerakkan organisasi,” jelasnya.
Hilyah menambahkan, hasil UKK akan menjadi bahan penting dalam penentuan Ketua DPC PKB periode 2025–2031. Meski demikian, keputusan akhir tetap mengacu pada mekanisme partai.
Antusiasme peserta terlihat tinggi. Salah satu kandidat dari Kota Banjarmasin, Deddy Sopian, mengaku optimistis dengan proses yang dinilai terbuka dan objektif.
“Ini kesempatan menunjukkan kesiapan dan komitmen kami. Prosesnya jelas dan transparan,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan peserta dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Yuniati Ibrahim. Ia menegaskan siap menjalankan amanah jika dipercaya memimpin.
“Kalau diberi kepercayaan, saya akan patuh pada garis perjuangan partai dan arahan pimpinan pusat,” tuturnya.
Melalui proses ini, PKB Kalsel berharap dapat melahirkan pemimpin daerah yang solid dan mampu memperkuat posisi partai ke depan.
Editor : Eddy Hardiyanto