BANJARMASIN – Peta persaingan kursi Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banjarmasin mulai mengerucut. Dari sejumlah nama yang sempat mencuat, kini hanya tersisa dua kandidat kuat yang siap bertarung dalam Musyawarah Cabang (Muscab) pada 8 April mendatang.
Kursi ketua sebelumnya ditinggalkan Hilyah Aulia yang kini fokus menjalankan tugas sebagai Sekretaris DPW PKB Kalimantan Selatan.
Sejumlah nama seperti Feri Hidayat, Rahman Nanang Riduan, serta tokoh lain sebelumnya sempat masuk bursa. Namun dinamika internal membuat persaingan kini mengerucut pada dua nama: Deddy Sopyan dan Zainal Hakim.
Salah satu kandidat menegaskan, seluruh kader memiliki peluang yang sama dalam kontestasi ini.
“Semua kader punya kesempatan yang sama. Di PKB tidak ada yang diistimewakan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Ia menilai Muscab akan menjadi panggung penentu untuk mengukur kesiapan dan kapasitas masing-masing kandidat. Meski bersaing, ia memastikan suasana tetap kondusif tanpa konflik internal.
“Siapapun yang terpilih nanti, tidak ada kubu-kubuan. Semua akan bersatu untuk membesarkan PKB,” tegasnya.
Ke depan, fokus utama kepengurusan adalah memperkuat konsolidasi internal, mulai dari tingkat DPC hingga ranting. Selain itu, peningkatan perolehan suara dan kursi legislatif menjadi target utama dalam lima tahun ke depan.
“Kami ingin capaian elektoral meningkat dan kursi legislatif bertambah,” katanya.
Tak hanya itu, penguatan basis pemilih muda juga menjadi perhatian serius. Generasi milenial hingga pemilih pemula dinilai sebagai potensi besar yang harus dirangkul.
“Kami akan membuka ruang bagi anak muda agar PKB tetap relevan dan menjadi wadah aspirasi mereka,” tandasnya.
Muscab PKB Banjarmasin diprediksi bukan sekadar ajang pemilihan ketua, melainkan momentum konsolidasi besar untuk menghadapi dinamika politik ke depan.
Editor : Eddy Hardiyanto