Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Apresiasi Lonjakan Wisatawan Sampai 44.386 Orang, Wakil Ketua DPRD Kotabaru Awaludin Puji Sinergi Pengelola Wisata di Bumi Saijaan

Jumain Radar Banjarmasin • Jumat, 27 Maret 2026 | 19:17 WIB

Wakil Ketua DPRD Kotabaru, Awaludin.
Wakil Ketua DPRD Kotabaru, Awaludin.

KOTABARU - Gelombang kunjungan wisatawan yang membanjiri Kabupaten Kotabaru dalam sepekan terakhir mendapat atensi positif dari kalangan legislatif, Jumat (27/3/2026).

Tercatat, sebanyak 44.386 orang memadati sepuluh objek wisata unggulan di Bumi Saijaan sepanjang 19 hingga 25 Maret 2026.

Menanggapi fenomena serbuan pelancong ini, Kepada Radar Banjarmasin, Wakil Ketua DPRD Kotabaru, Awaludin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat di lapangan.

Menurutnya, kelancaran momentum liburan ini tidak lepas dari kerja keras Tim Disparpora Kotabaru khususnya para pengelola dan penjaga pariwisata.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk seluruh pengelola dan penjaga pariwisata di Kotabaru. Dedikasi mereka adalah wajah asli keramahan daerah kita," ujar Awaludin.

Awaludin menilai lonjakan angka ini sebagai wujud konkret keberhasilan Pemkab Kotabaru di bawah Kepemimpinan H Muhammad Rusli dalam mempromosikan potensi lokal.

Ia optimistis bahwa ramainya destinasi seperti Pantai Gedambaan yang menembus 11.467 kunjungan, hingga Teluk Tamiang dengan 8.180 kunjungan, akan berdampak langsung pada ekonomi kerakyatan.

"Wisatawan naik, maka UMKM kita pasti naik kelas. Ini adalah rantai ekonomi yang positif bagi warga sekitar destinasi," tambahnya.

Politisi ini juga mengajak para pelaku UMKM untuk terus bersinergi dalam mempromosikan wisata Kotabaru secara masif.

Menutup keterangannya, Awaludin memberikan catatan strategis bahwa ke depan target pariwisata Kotabaru harus mulai bertransformasi. Menurutnya, fokus utama bukan lagi sekadar pada kuantitas atau seberapa banyak wisatawan yang datang, melainkan pada durasi kunjungan (length of stay).

"Ke depan targetnya harus diubah. Bukan lagi soal seberapa banyak yang datang, tapi seberapa lama mereka menetap di Kotabaru. Semakin lama mereka tinggal, semakin banyak uang yang dibelanjakan di sini," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa jika wisatawan hanya datang lalu langsung pulang (PP), dampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak hotel dan rumah makan tidak akan signifikan. Awaludin kemudian mengambil referensi sukses dari Batu, Malang.

"Dulu di Batu Malang, wisatawan hanya sampai sore lalu menginapnya kembali ke Surabaya atau Kota Malang. Namun, melalui kebijakan membuka wahana malam seperti BNS, Jatim Park 3 hingga jam 22.00, serta renovasi alun-alun, orang akhirnya lebih memilih menginap di Batu. Pola inilah yang harus kita adaptasi di Kotabaru agar vila dan hotel kita selalu terisi," tutupnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#pelancong #liburan #wisatawan #kunjungan pariwisata #DPRD Kotabaru