BATULICIN - Kehadiran anggota DPRD Tanah Bumbu dalam rapat paripurna menjadi sorotan tajam. Sejumlah kursi kosong memicu kritik internal, bahkan menjadi bahan evaluasi serius.
Sorotan itu mencuat dalam rapat paripurna penyampaian LKPJ Tahun Anggaran 2025 yang digelar Selasa (17/3), dan dihadiri Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif.
Dari total 35 anggota dewan, hanya 21 orang yang hadir. Sebanyak 14 lainnya absen.
Baca Juga: Komisi III DPRD Tanah Bumbu Soroti Pembatasan Pendampingan Serikat di PT PPA
Ketua Badan Kehormatan DPRD Tanah Bumbu, Abdul Rahim, menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai, ketidakhadiran anggota dewan sangat kontras dengan jajaran eksekutif yang hadir penuh.
“Semua kursi SKPD terisi. Tinggal kita di DPRD yang seharusnya ada di tempat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, hanya Fraksi PDI Perjuangan yang hadir lengkap dalam rapat tersebut.
Baca Juga: Warga Muara Ujung Pagatan Keluhkan PJU dan Jalan Rusak ke DPRD Tanah Bumbu ⠀
“Fraksi PDI Perjuangan sembilan orang, hadir semua,” tegasnya.
Ketua DPRD Tanah Bumbu, Andrean Atma Maulani, turut angkat bicara. Ia meminta para ketua fraksi meningkatkan koordinasi agar kehadiran anggota lebih optimal ke depan.
“Kami mohon, ketua fraksi bisa mengingatkan anggotanya untuk hadir langsung dalam rapat paripurna,” ujarnya.
Situasi ini menjadi catatan penting bagi kinerja legislatif, terutama dalam menjalankan fungsi pengawasan dan representasi masyarakat.
Editor : Eddy Hardiyanto