Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Lapar yang Sama, Rasa yang Berbeda, Ini Catatan Ramadan Pak De Awal untuk Warga di Bumi Saijaan

Jumain Radar Banjarmasin • Rabu, 11 Maret 2026 | 22:05 WIB

BERWIBAWA:Awaludin, Wakil Ketua DPRD Kotabaru saat berbaur dengan kawan dan sahabat sahabatnya.
BERWIBAWA:Awaludin, Wakil Ketua DPRD Kotabaru saat berbaur dengan kawan dan sahabat sahabatnya.

KOTABARU - Mengenakan kemeja koko putih dengan kopiah hitam yang rapi, Wakil Ketua I DPRD Kotabaru, Awaludin, tampak santai saat ditemui di kediamannya, Rabu (11/3/2026).

Di tengah kesibukannya mengawal agenda legislatif dan persiapan program KONI Kotabaru, politisi yang dikenal vokal ini tetap menyisihkan waktu untuk merefleksikan makna Ramadan tahun 2026 ini.

Bagi pria yang akrab disapa Pak De, Ramadan bukan sekadar ritual tahunan. Ada benang merah yang kuat antara masa lalunya sebagai pedagang martabak dengan posisinya saat ini sebagai pemangku kebijakan di Bumi Saijaan.

“Ramadan itu madrasah (sekolah). Kalau dulu di depan loyang martabak saya diajarkan sabar menunggu adonan matang, sekarang di DPRD saya belajar sabar mengawal aspirasi rakyat agar benar-benar 'masak' dan dirasakan manfaatnya,” ujarnya sembari tersenyum mengenang masa perjuangannya.

Lulusan Kehutanan IPB yang kini sedang menempuh studi Doktoral di ULM ini menekankan bahwa esensi puasa adalah transformasi atau "hijrah" diri. Menurutnya, kejujuran adalah mata kuliah utama di bulan suci ini.

“Puasa itu ibadah yang paling jujur. Tidak ada yang tahu kita benar-benar puasa atau tidak, kecuali diri kita dan Allah. Nilai integritas inilah yang saya bawa ke Gedung Dewan. Kalau di bulan puasa kita bisa jujur pada Tuhan, maka dalam menjalankan amanah rakyat, kita juga harus jujur dan transparan,” tegas Ketua DPD PAN Kotabaru tersebut.

Disinggung mengenai dinamika pembangunan di Kotabaru, Awaludin menyebut bahwa spirit Ramadan harus ditransformasikan menjadi kerja nyata.

Baginya, empati yang dirasakan saat lapar harus berujung pada kebijakan yang berpihak pada masyarakat bawah.

“Kita merasakan lapar agar kita ingat masih ada warga kita di pelosok yang infrastrukturnya belum tuntas, atau yang akses air bersihnya masih tersendat. Itulah kenapa saya cerewet soal anggaran publik. Itu bagian dari ibadah sosial,” tambahnya.

Sebagai Ketua Umum KONI Kotabaru periode 2026-2030, ia juga menyelipkan pesan untuk para atlet daerah. Menurutnya, puasa bukan alasan untuk kendor, melainkan momentum untuk melatih disiplin mental yang menjadi modal utama seorang juara.

Menutup perbincangan, sosok yang dikenal sangat menghormati orang tuanya ini menyampaikan pesan haru di pengujung bulan suci. 

"Ramadan akan segera usai, namun perjuangan kita yang sebenarnya baru dimulai setelah ini. Semoga kita semua mendapatkan ampunan dari Allah SWT dan tingkat keimanan kita semakin meningkat. Besar harapan, semoga kita masih diberikan umur yang panjang dan kesehatan agar bisa dipertemukan kembali dengan Ramadan tahun depan," pungkasnya dengan nada rendah.

Editor : Fauzan Ridhani
#kejujuran #Wakil Ketua I #ritual tahunan #politisi #DPRD Kotabaru