RANTAU – Ramadan selalu punya cara menghadirkan denyut kehidupan baru di tengah masyarakat.
Di Kabupaten Tapin, geliat itu tidak hanya terasa di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Rantau Baru.
Di Kecamatan Binuang, suasana serupa tumbuh secara sederhana di halaman Stadion Balipat.
Menjelang waktu berbuka, kawasan yang biasanya relatif lengang itu berubah menjadi tempat berkumpul warga.
Sejumlah pedagang kecil membuka lapak seadanya. Aneka jajanan berbuka dijajakan, dari minuman segar hingga makanan khas Ramadan.
Tidak ada panggung besar, tidak pula penataan yang megah. Namun justru dari kesederhanaan itulah Pasar Ramadan Binuang terasa hidup.
Pasar ini lahir dari gagasan bersama pihak Kecamatan Binuang, Kelurahan Binuang, serta dukungan para ketua RT yang ada di wilayah tersebut.
Kolaborasi kecil di tingkat masyarakat ini perlahan menghadirkan ruang ekonomi bagi warga.
Pedagang kecil dan pelaku UMKM mendapat tempat untuk berjualan selama Ramadan. Sementara masyarakat memiliki pilihan lokasi baru untuk berburu takjil menjelang berbuka puasa.
Anggota DPRD Tapin, Rahman Nor Wahyudi, yang juga merupakan warga asli Binuang, menyebut kegiatan ini murni lahir dari kebersamaan masyarakat.
“Ini murni inisiatif masyarakat bersama kecamatan, kelurahan dan para ketua RT di Binuang. Alhamdulillah masyarakat sangat antusias, pedagang juga mendapat tempat untuk berjualan selama Ramadan,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, meski masih sederhana, Pasar Ramadan di halaman Stadion Balipat memiliki potensi untuk berkembang jika mendapat perhatian dan penataan yang lebih baik.
Ia berharap ke depan kegiatan seperti ini bisa terus dipertahankan, bahkan dikembangkan sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat selama bulan suci.
“Kalau dikelola dengan baik, Pasar Ramadan di Binuang ini bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat selama Ramadan,” tambahnya.
Editor : Arif Subekti