BANJARMASIN - Lengkungan di lantai kelas SDN Sungai Lulut 3 Banjarmasin, di Sungai Lulut, Banjarmasin Timur ditinjau langsung oleh anggota Komisi IV DPRD Banjarmasin, Saut Nathan Samosir.
Dalam peninjauan itu, ia menilai pondasi lantai di kelas V dan VI itu sudah turun. Menurutnya, dua kelas tersebut telah tidak layak lagi digunakan karena membahayakan.
“Saya yang coba menginjak lantainya merasa was-was. Baik guru dan murid ini akan mengancam keselamatan mereka,” ujarnya. Rabu (4/3/2026).
Terkait kondisi ini, dewan telah mengkoordinasikan hal ini dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin. Selain itu, rencana perbaikan juga telah masuk dalam anggaran 2026.
“Kita sudah pastikan. Semoga bisa cepat terealisasi dan masuk dalam prioritas,” ungkap politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.
Ia juga memastikan, selagi menunggu perbaikan ruangan, kelas itu tidak akan lagi digunakan untuk aktivitas belajar mengajar karena rawan. Hal ini pun telah dikoordinasikan dengan pihak sekolah.
Sementara itu, Kepala Disdik Banjarmasin, Ryan Utama turut menyusul peninjauan. Ia membenarkan bahwa SDN Sungai Lulut 3 telah masuk daftar rehabilitasi dari 32 sekolah tahun ini.
“Kita akan rencanakan, baik itu dokumen dan pengadaan. Pengerjaan fisik bangunan akan dilakukan di tahun yang sama,” tuturnya.
Ia menilai, lantai kelas yang melengkung ini akibat kawasan sekolah yang kerap digenang banjir hingga masuk ke dalam ruangan kelas.
Selain rencana rehabilitasi, untuk masalah genangan banjir yang kerap mengepung sekolah akan dijadikan usulan prioritas ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin untuk penanganan.
“Kita akan buat permohonan agar kiranya normalisasi sungai di kawasan ini bisa dilakukan. Setidaknya bisa menekan dampak dari banjir,” ungkapnya.
Editor : Arif Subekti