PELAIHARI - DPRD Tanah Laut (Tala) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinkronisasi perencanaan dan penganggaran penanggulangan bencana banjir antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten.
Langkah ini dinilai penting mengingat Kabupaten Tala merupakan salah satu wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang rentan terdampak bencana banjir dan rob.
Ketua Komisi I DPRD Tala, Yoga Pinis Suhendra, menegaskan bahwa DPRD ingin memastikan seluruh perencanaan dan pengalokasian anggaran berjalan selaras antara program pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.
“Sinkronisasi ini sangat penting agar penanggulangan banjir bisa berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Ia menjelaskan, BWS Kalimantan III telah menyusun rencana anggaran penanggulangan bencana di Tala untuk periode 2025-2029. Program tersebut mencakup strategi kesiapsiagaan, pengendalian banjir, pengamanan pantai, hingga pemetaan tingkat kerawanan banjir.
DPRD Tala juga mendorong agar Rencana Kerja (Renja) Kabupaten Tala 2025-2029 dapat diselaraskan dengan program pemerintah provinsi dan BWS, terlebih menjelang penyusunan RKPD 2027.
Menurut Yoga, kejelasan pembagian tugas dan kewenangan antar level pemerintahan menjadi kunci utama agar program tidak tumpang tindih dan dapat berjalan optimal.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Tala mengusulkan digelarnya forum group discussion (FGD) yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari dinas terkait, BWS, pemerintah provinsi, hingga kementerian.
“Melalui FGD, diharapkan seluruh program penanggulangan banjir dapat terintegrasi dari pusat hingga daerah,” jelasnya.
Editor : Arif Subekti