RANTAU – Rencana pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di kawasan Pasar Keraton Rantau terus menjadi sorotan. Ketua Komisi I DPRD Tapin, Rustan Nawawi, angkat bicara terkait polemik yang berkembang di kalangan pedagang.
Menurut Rustan, pihaknya sejak awal sudah memantau rencana pembangunan gerai koperasi tersebut, terutama menyangkut jenis usaha yang akan dijalankan. Ia mengakui, keberadaan koperasi tidak menjadi persoalan selama tidak berbenturan langsung dengan usaha para pedagang lama di Pasar Keraton.
“Memang untuk usahanya kalau sampai menjual sembako, itu jelas bertentangan dengan keinginan para pedagang. Mereka tidak menghendaki koperasi ikut menjual kebutuhan pokok,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Ia memahami keresahan pedagang. Pasalnya, sebagian besar sudah puluhan tahun menggantungkan hidup dari berdagang di pasar tersebut. Jika koperasi turut menjual sembako, para pedagang dikhawatirkan akan berada dalam posisi dilematis dan tersaingi secara langsung.
“Sebagai anggota dewan, kami mengharapkan agar jenis usaha koperasi tidak sama dengan para pedagang Pasar Keraton Rantau, termasuk sembako,” tegasnya.
Rustan juga menyatakan dukungannya terhadap sikap Bupati Tapin, H Yamani, yang telah memberikan jaminan bahwa Koperasi Merah Putih tidak akan menjual sembako, sebagaimana aspirasi yang disampaikan pedagang.
“Kami di Komisi I DPRD Tapin juga menghendaki hal yang sama. Jangan sampai jualannya identik dengan pedagang pasar,” tambahnya.
Di sisi lain, Rustan menegaskan bahwa keberadaan koperasi merupakan bagian dari program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, dan politisi partai Golkar ini siap mendukung. Namun demikian, dalam menentukan jenis usaha, pemerintah daerah diminta tetap mengedepankan kepentingan masyarakat kecil.
“Koperasi tentu harus berdiri sesuai arahan pemerintah pusat. Tapi dalam menentukan usahanya, jangan sampai justru menyaingi masyarakat atau pedagang yang sudah lebih dulu ada,” tandasnya.
DPRD Tapin, lanjut Rustan, akan terus mengawal agar kebijakan yang diambil tetap berpihak pada keberlangsungan usaha masyarakat kecil, sekaligus menjaga iklim usaha tetap sehat dan kondusif di Bumi Ruhui Rahayu.
Editor : Arif Subekti