KOTABARU- Dukungan masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) 2 Kotabaru rupanya menyisakan kesan mendalam bagi Abu Suwandi kader PAN Kotabaru, Minggu (22/2).
Kepada Radar Banjarmasin, Ketua Komisi II DPRD Kotabaru ini mengaku tak bisa membendung rasa haru melihat besarnya ekspektasi dan kepercayaan yang diletakkan di pundaknya saat ia reses kurang lebih satu Minggu mendatangi 3 Kecamatan, Pulau Laut Kepulauan, Pulau Laut Barat dan Pulau Laut Tanjung Selayar.
Bagi politisi yang dikenal lantang menyuarakan pesisir ini, mandat yang ia genggam saat ini bukan sekadar deretan angka kemenangan di atas kertas.
Lebih dari itu, ia menyebutnya sebagai utang kehormatan yang wajib dibayar lunas dengan kerja nyata di parlemen.
“Jujur, hati saya bergetar melihat binar harapan di mata bapak dan ibu waktu reses kemarin. Kepercayaan ini adalah energi utama saya. Saya pastikan, tidak ada kata lelah untuk memperjuangkan aspirasi pian (kamu) barataan (semu),” tegas Abu Suwandiz
Sebagai representasi warga pesisir, Abu menegaskan komitmennya untuk menjadi benteng bagi masyarakat yang jauh dari pusat kota.
Baginya, pembangunan tidak boleh hanya berpusat di tengah, sementara warga di garis pantai dan pulau-pulau hanya menjadi penonton.
"Selama matahari masih terbit di ufuk timur Kotabaru, saya akan pasang badan untuk kepentingan rakyat, khususnya di Dapil 2. Pesisir adalah garis depan perjuangan saya," imbuhnya.
Ketajaman Abu Suwandi sebagai legislator diuji saat menggelar reses di Desa Kerasian. Ia dihujani pertanyaan kritis, mulai dari meroketnya harga solar hingga minimnya bantuan untuk nelayan sebelum ia menjabat.
Menanggapi curhatan pedas konstituennya, Abu menjawab dengan tenang namun lugas. Ia membeberkan bahwa dirinya telah bergerak hingga ke tingkat pusat untuk melobi penambahan kuota BBM subsidi bagi nelayan Kotabaru.
“Saya tidak tinggal diam. Kami sudah datangi instansi terkait di pusat di tahun 2025 kemarin, dan saat ini terus mengawal agar kuota BBM kita ditambah. Ini masalah perut nelayan, jadi harus tuntas,” komitmennya.
Tak hanya soal BBM, Abu juga membawa kabar baik terkait infrastruktur dasar. Keluhan menahun warga Desa Kerasian dan Kerayaan mengenai pasokan listrik kini mulai menemui titik terang.
"Kita patut bersyukur, pemenuhan kebutuhan listrik yang selama ini dikeluhkan sudah terealisasi. Saya akan terus kawal sampai seluruh pelosok pesisir terang benderang," pungkasnya.
Editor : Arif Subekti