Hilyah Aulia yang selama ini menjabat Ketua DPC PKB Banjarmasin resmi bergeser ke tingkat provinsi sebagai Sekretaris DPW PKB Kalimantan Selatan (Kalsel). Siapa yang akan menggantikannya?
Posisi orang nomor satu di DPC PKB Banjarmasin akan ditentukan melalui mekanisme Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan antara April hingga Juni mendatang.
Hilyah yang juga Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin menegaskan, proses pergantian ketua DPC sepenuhnya mengikuti arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
Dalam waktu dekat, DPP akan menyosialisasikan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan teknis Muscab ke seluruh DPW se-Indonesia, termasuk Kalsel.
“Kalau sesuai arahan DPP, musyawarah cabang akan dilaksanakan antara April sampai Juni. Hari ini disosialisasikan oleh DPP mengenai tata cara Muscab PKB se-Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh DPC PKB se-Kalsel akan menerima penjelasan teknis terkait mekanisme penjaringan hingga pemilihan ketua baru. Termasuk proses Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK) yang menjadi tahapan wajib sebelum nama calon direkomendasikan ke DPP.
“Ada UKK yang dilakukan DPW, kemudian direkomendasikan ke DPP. Teknisnya baru hari ini akan disosialisasikan,” jelasnya.
Terkait sosok pengganti, Hilyah menyebut PKB Banjarmasin memiliki banyak kader potensial. Ia menekankan seluruh kader harus siap jika diberi amanah memimpin partai di ibu kota provinsi tersebut.
“Kita punya banyak kader yang mampu menjadi pemimpin di Kota Banjarmasin. Semua kader wajib siap untuk menjadi pemimpin,” tegasnya.
Soal persyaratan khusus, ia mengaku masih menunggu juklak resmi dari DPP. Pasalnya, regulasi final baru saja diselesaikan dan akan dipaparkan secara resmi kepada seluruh DPW.
“Kita belum tahu detail juklaknya, karena baru diselesaikan di DPP. Hari ini kami mendengarkan bagaimana juklak Muscab dan pemilihan kepengurusan DPC se-Kalsel,” tandasnya.
Ketua DPW PKB Kalimantan Selatan, Cuncun Ahmad Syamsurijal, memastikan kekosongan kursi Ketua DPC PKB Banjarmasin merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang sudah diatur partai.
“Seperti di beberapa daerah lain, ada yang sudah bergeser posisi kepemimpinannya. Itu hal biasa dalam dinamika partai. Nanti ada mekanisme musyawarah cabang (Muscab) untuk menentukan ketua definitif,” ujarnya.
Cuncun menjelaskan, saat ini tahapan konsolidasi internal masih berjalan. Setelah musyawarah di tingkat wilayah (Muswil) atau musyawarah lainnya selesai, agenda berikutnya adalah Muscab di tingkat kabupaten/kota. Proses tersebut bertujuan menjaga soliditas dan memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan sesuai AD/ART partai.
“Sekarang tahapan sebelumnya baru saja selesai. Berikutnya akan masuk ke mekanisme Muscab. Semua sudah ada aturannya dan akan dijalankan sesuai arahan DPP,” tegasnya.
Editor : Sutrisno