TANJUNG - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabalong ingin meningkatkan produksi sektor perikanan di empat kecamatan di Kabupaten Tabalong.
Empat kecamatan terdiri dari Kecamatan Kelua, Muara Harus, Pugaan dan Benua Lawas. Keempat sudah terkenal sebagai wilayah pembudidaya ikan air tawar di aliran sungai.
Ketua Komisi II DPRD Tabalong, Winarto mengatakan, untuk mewujudkannya mereka harus mempelajari potensi tersebut ke daerah lain yang telah berhasil dalam mengembangkannya.
"Kami melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, tepatnya ke Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Pulang Pisau," katanya, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, jenis budidaya ikan yang dipelajari untuk dikembangkan secara luas di empat kecamatan adalah jenis ikan haruan atau gabus.
"Kami nilai, potensi lahan cukup luas dan cocok untuk pengembangan ikan air tawar, termasuk ikan haruan," jelasnya, di kantor Sekretariat DPRD Tabalong.
Apalagi, ikan predator itu cukup diminati warga Tabalong. Tidak sekadar untuk konsumsi pribadi atau keluarga sendiri, namun juga diperjualbelikan.
"Permintaan pasar yang tinggi, jadi bisa membuka peluang ekonomi baru pembudidaya ikan jika dikelola serius dan berkelanjutan," cetusnya.
Dalam kunjungan kerja Sabtu 7 Februari 2026 lalu itu, ada banyak informasi yang diperoleh Komisi II DPRD, yang nanti bisa disampaikan ke Pemkab Tabalong untuk dikembangkan ke masyarakat pembudidaya ikan.
"Pengembangan budidaya haruan bisa dalam bentuk program pelatihan, pendampingan teknis, hingga dukungan sarana prasarana, agar produksi haruan di Tabalong meningkat," imbuhnya.
Editor : Arif Subekti