Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Awaludin Janji Hidupkan Kembali Nadi PMI Kotabaru yang Mati Suri, Begini Cerita Masyarakat Susahnya Cari Darah

Jumain Radar Banjarmasin • Rabu, 28 Januari 2026 | 14:08 WIB
Awaludin Wakil Ketua DPRD yang juga merupakan bagian dari PMI Kotabaru. Foto: Awaludin.
Awaludin Wakil Ketua DPRD yang juga merupakan bagian dari PMI Kotabaru. Foto: Awaludin.

KOTABARU- Mandeknya operasional Palang Merah Indonesia (PMI) Kotabaru menjadi sorotan tajam. Di saat warga mulai berteriak di media sosial lantaran sulitnya mendapatkan setetes darah, Wakil Ketua DPRD Kotabaru, Awaludin, akhirnya angkat bicara dan membawa angin segar bagi penanganan krisis kemanusiaan di Bumi Saijaan, Rabu (28/1).

Kondisi PMI yang tengah mati suri ini memang bukan isapan jempol. Warga seperti Dedi Amir, misalnya, harus pontang-panting mencari pendonor via status WhatsApp demi menyelamatkan sang buah hati.

Realitas pahit ini mencerminkan lumpuhnya sistem pendukung medis yang seharusnya menjadi benteng terakhir bagi pasien kritis.

Menanggapi jeritan masyarakat, Awaludin tidak menampik kondisi tersebut. Namun, politisi senior ini meluruskan bahwa mandeknya PMI disebabkan oleh persoalan klasik, nihilnya anggaran di tahun 2025.

"Terkait isu mati suri, sebenarnya bukan mati suri, tapi memang di tahun 2025 itu anggarannya kosong," tegas Awaludin yang juga merupakan bagian dari PMI Kotabaru.

Sebagai langkah taktis, Awaludin yang juga berperan sebagai pembina organisasi ini memastikan bahwa jalur politik di parlemen telah bergerak.

Di bawah kepemimpinan Bupati H Rusli, pemerintah daerah telah mengunci komitmen anggaran untuk mengakhiri krisis ini.


Awaludin menjanjikan perubahan signifikan pada tahun depan. Dana hibah sebesar Rp500 juta telah dialokasikan dalam APBD 2026 untuk menghidupkan kembali operasional PMI.

"Pemerintah daerah telah berkomitmen mengalokasikan dana hibah tersebut. Kami pastikan PMI akan kembali bergerak menjalankan tupoksinya melayani masyarakat," optimisnya.

Tak sekadar soal uang, Awaludin juga menekankan pentingnya evaluasi sistemik. Berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP), ia menyoroti perlunya sinkronisasi yang lebih intim antara PMI dan RSUD Jaya Sumitra.

Baginya, alat yang lengkap di markas PMI akan sia-sia jika distribusi dan serapan darah ke rumah sakit masih tersumbat.

"Alat-alat sebenarnya sudah lengkap. Dengan anggaran nanti, fokus kita adalah memperbaiki sistem distribusi agar warga tidak lagi luntang-lantung mencari darah sendiri," tutupnya mengakhiri.

Editor : Arif Subekti
#Kotabaru #APBD #pmi #dprd #dana #mati suri