AMUNTAI - Dua warga Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas yang diduga disebabkan kondisi jalan nasional berlubang dalam waktu enam bulan terakhir.
Menanggapi kejadian memilukan itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) HSU dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Abdurrahman, mendesak agar penanggung jawab jalan nasional di Kalimantan Selatan segera melakukan perbaikan dan penambalan jalan yang rusak.
Kecelakaan terbaru terjadi pada Sabtu malam (24/1/2026) di Desa Tapus Tengah, Kecamatan Amuntai Tengah, tepatnya di Kilometer 179 jalur Banjarmasin–Amuntai.
Korban seorang pria pengendara sepeda motor terjatuh setelah menginjak lubang yang tertutupi genangan air, kemudian tertabrak kendaraan dari arah belakang hingga korban meninggal karena perlukaan di kepala.
Selanjutnya warga Desa Pinahabang, Kecamatan Amuntai Tengah, sedang mengendarai sepeda motor menuju warung makan ketika kejadian terjadi.
Menurut Abdurrahman pada media ini Selasa (27/1/2026), di lokasi kejadian terdapat lubang besar hampir di tengah jalan dan banyak lagi lubang bertebaran di sepanjang jalan nasional tersebut.
Nah, kondisi tersebut membuat pengendara dan pengemudi kendaraan lain terpaksa melakukan manuver menghindar, yang akhirnya berujung pada tabrakan.
Wakil Ketua Komisi I DPRD HSU ini, menilai kondisi jalan nasional yang tidak layak menjadi faktor utama penyebab kecelakaan fatal tersebut.
Ia menegaskan bahwa pemerintah dan pengelola jalan memiliki tanggung jawab penuh terhadap keselamatan setiap pengguna jalan.
"Kami sebagai wakil rakyat berkewajiban menyuarakan kepentingan masyarakat. Jalan nasional ini sudah memakan korban jiwa, sehingga perlu penanganan segera," ucapnya dalam rapat DPRD HSU.
Sementara itu, Ketua DPRD HSU, H. Fadilah, mengapresiasi masukan yang disampaikan anggotanya.
Ia menyatakan bahwa dewan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui jalur kelembagaan, termasuk dengan menyampaikan surat resmi dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait.
"Kami menghargai perhatian anggota DPRD terhadap keselamatan masyarakat. Aspirasi ini akan kami tindak lanjuti agar ada respons cepat dari pihak berwenang," sampainya.
Tentu, DPRD HSU berharap perbaikan jalan dapat segera terlaksana guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa dan meningkatkan tingkat keselamatan perjalanan bagi seluruh pengguna jalan di wilayah tersebut.
Sementara itu, Satuan Polisi Lalu Lintas Polres HSU melalui Unit Laka Lantas melalui Aipda Ananda mewakili Kasat Lantas AKP Yuwono, membenarkan perihal kejadian kecelakaan tersebut. Kejadian Sabtu (24/1) tadi.
“Satu korban meninggal ditabrak mobil colt dari belakang akibat jatuh karena jalan berlubang di Desa Tapus Tengah, Kecamatan Amuntai Tengah. Laka tidak tunggal ada penyerta,” ujarnya singkat.
Editor : Arif Subekti