PARINGIN - Keluhan masyarakat terkait pelayanan air bersih di Kabupaten Balangan menjadi sorotan. Kondisi tersebut mendorong DPRD Kabupaten Balangan memanggil manajemen PT Air Minum Sanggam atau PDAM Balangan dalam rapat kerja Komisi III, Selasa (20/1/2026).
Agenda ini dihelat khusus untuk meminta penjelasan terkait kinerja pelayanan sekaligus pemanfaatan penyertaan modal Rp20 miliar. Selain itu, juga meminta klarifikasi terkait ketersediaan dan kualitas air bersih yang belum optimal di beberapa wilayah.
Ketua Komisi III DPRD Balangan, Hafis Anshari, mengatakan hingga kini pihaknya masih menerima cukup banyak aduan masyarakat terkait distribusi air bersih yang belum optimal. Keluhan tersebut menjadi perhatian serius DPRD karena menyangkut kebutuhan dasar warga.
“Ini yang kemudian kami tindak lanjuti dengan memanggil PDAM agar ada penjelasan yang jelas dan terbuka,” ujar Hafis.
Politisi PKS itu menegaskan, penyertaan modal yang bersumber dari APBD harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan. DPRD berkepentingan memastikan dana tersebut dikelola secara akuntabel dan berorientasi pada kepentingan publik.
“Penyertaan modal Rp20 miliar ini menjadi perhatian publik. Maka kami perlu memastikan ke mana arahnya dan bagaimana dampaknya terhadap pelayanan air bersih,” katanya.
Ia juga menegaskan agar pengelolaan perusahaan daerah tetap berfokus pada pelayanan. Dewan akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar pengelolaan keuangan dan kebijakan perusahaan berjalan sesuai tujuan awal pembentukan.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Air Minum Sanggam Balangan, Arie Widodo, menegaskan bahwa dana penyertaan modal Rp20 miliar hingga saat ini masih utuh dan tersimpan di rekening perusahaan, termasuk bunga yang dihasilkan.
“Belum direalisasikan ke kegiatan fisik karena kami masih menunggu perencanaan teknis dan melengkapi aspek regulasi agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” ujarnya.
Arie menjelaskan, manajemen memilih bersikap hati-hati sebelum melaksanakan kegiatan fisik agar penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran. Menurutnya, tahapan perencanaan dan studi kelayakan penting untuk menjamin manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Meski demikian, ia memastikan arah pemanfaatan dana penyertaan modal tersebut telah disusun. Fokusnya diarahkan pada peningkatan kapasitas pelayanan, perbaikan tekanan dan kontinuitas aliran air, serta perluasan jaringan ke wilayah yang selama ini belum terlayani optimal.
“Salah satu rencana kami adalah pembangunan jalur pipa alternatif atau jalur dua. Ini untuk mengantisipasi jika terjadi kerusakan pada pipa utama agar distribusi air tidak terhenti terlalu lama,” jelas Arie.
Selain itu, PDAM juga mengkaji pemanfaatan sumber air dari kawasan pegunungan dengan sistem aliran gravitasi guna mengurangi ketergantungan pada pompa sekaligus menekan biaya operasional.
Untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat, Arie menyebut pihaknya juga telah melakukan langkah-langkah jangka pendek, termasuk pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah terdampak pemeliharaan jaringan.
“Ketersediaan air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kami berupaya agar pelayanan tetap berjalan meskipun masih ada keterbatasan di lapangan,” katanya.
DPRD Kabupaten Balangan berharap klarifikasi dan rencana yang disampaikan manajemen PDAM dapat segera ditindaklanjuti secara konkret. DPRD menegaskan akan terus mengawal kinerja perusahaan daerah tersebut agar penyertaan modal yang telah digelontorkan benar-benar berdampak pada peningkatan pelayanan air bersih bagi masyarakat Balangan
Editor : Arief