RANTAU - Anggota DPRD Kabupaten Tapin, Rustan Nawawi, meminta perhatian serius pemerintah daerah terhadap kondisi jembatan putus di Desa Baramban, Kecamatan Piani, tepatnya di RT 4, yang hingga kini belum mendapat penanganan permanen.
Rustan yang juga merupakan warga asli Kecamatan Piani mengatakan, jembatan tersebut putus akibat banjir dan menjadi akses vital bagi masyarakat, terutama untuk mengangkut hasil pertanian.
“Jembatan ini sangat dibutuhkan warga Desa Baramban terutama di RT 4. Ini jalur utama untuk membawa hasil tani dan menunjang aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Akibat jembatan putus, masyarakat terpaksa membangun jembatan darurat secara swadaya. Awalnya, warga bergotong royong membuat jembatan dari bambu, namun kembali hanyut karena debit air sungai meningkat.
“Sekarang masyarakat hanya bisa menggunakan jembatan darurat atau rakit. Bahkan dibuat dari drum yang diberi rangka besi. Ini tentu tidak aman dan hanya bersifat sementara,” jelasnya.
Sebagai wakil rakyat, Rustan berharap Dinas PUPR Kabupaten Tapin dapat segera membangunkan jembatan baayun sebagai solusi agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman.
“Kami mengharapkan kepada Dinas PUPR supaya cepat dibangunkan jembatan baayun, karena ini satu-satunya akses untuk menyeberang,” tegasnya.
Menurut politisi partai Golkar ini, jembatan tersebut juga memiliki potensi strategis karena dapat menjadi jalur penghubung antarwilayah.
“Kalau jembatan ini tembus, bisa menghubungkan ke Desa Hangui, Kecamatan Bungur. Tentu akan sangat mempermudah mobilitas masyarakat,” katanya.
Rustan pun berharap pembangunan jembatan tersebut dapat direalisasikan pada tahun 2026, mengingat kebutuhan warga yang mendesak.
“Mudah-mudahan di tahun 2026 ini bisa dibangunkan, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada jembatan darurat,” harapnya.
Editor : Arif Subekti