TANJUNG - Komisi I DPRD Tabalong menyoroti pelayanan kesehatan di RSUD H Badaruddin Kasim Tanjung. Kedua instansi membahas hal tersebut di rapat kerja di gadung sekretariat DPRD Tabalong, belum lama tadi.
Beberapa yang menjadi sorotan mereka diantaranya menyangkut kebersihan, pengelolaan parkir hingga keberadaan musola. Ditambah ruang rawat inap yang kurang. Terkait kebersihan, DPRD mereka rumah sakit di Desa Maburai Kecamatan Murung Pudak itu kurang bersih. B
eberapa titik lokasi masih ditemukan berdebu. Sementara untuk parkir, mereka mendapati petugas pengelola yang tidak mengenakan seragam, serta mempertanyakan rencananya penggratisan tarif parkir bagi masyarakat.
Untuk keberadaan musola, mereka menemukan tempat salat masih berada di bawah tangga. Terlebih lokasinya dekat dengan pelayanan gawat darurat sehingga perlu dipindah.
Ketua Komisi I DPRD Tabalong, Ahmad Helmi mengatakan rapat kerja tersebut untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Tabalong. “Perlu adanya peningkatan pelayanan dan sarana prasarana rumah sakit,” ujarnya.
Direktur RSUD H Badarudin Kasim Tanjung, Setyawan Andri Wibowo mengatakan, untuk seragam pengelola parkir segera akan dipenuhi. Sedangkan terkait tarif parkir gratis sudah berjalan. “Terhitung sejak awal Januari 2026,” katanya.
Untuk kebersihan, dia mengakui masih kekurangan petugas kebersihan. Jumlah yang ada hanya sebanyak 25 orang, sedangkan kebutuhan mencapai 60 orang. Untungnya, setelah diusulkan ke Pemkab Tabalong kebutuhan petugas disetujui, sehingga dalam waktu dekat akan ada tambahan. “Jadi kebersihan menjadi tiga sif,” jelasnya.
Kekurangan ruangan rawat inap yang sulit. Pasalnya, masih mengajukan bantuan dari Kementerian Kesehatan. “Mudahan bisa dapat bantuan,” katanya.
Editor: Arif Subekti
Editor : Arief