Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Banjir di Sungai Bilu Tak Kunjung Surut! DPRD Banjarmasin Desak Penataan Sungai Terintegrasi

Endang Syarifuddin • Minggu, 11 Januari 2026 | 13:05 WIB
TENGOK WARGA: Warga Sungai Bilu terdampak banjir menerima bantuan sembako dan juga obat-obatan dari anggota DPRD Kota Banjarmasin.
TENGOK WARGA: Warga Sungai Bilu terdampak banjir menerima bantuan sembako dan juga obat-obatan dari anggota DPRD Kota Banjarmasin.

 

BANJARMASIN – Banjir di kawasan Sungai Bilu, Banjarmasin Timur, belum sepenuhnya surut hingga Minggu (11/1/2026).

Air masih menggenangi badan jalan dan merendam sejumlah rumah warga.

Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh, terutama warga lanjut usia dan mereka yang menggantungkan hidup dari aktivitas harian di luar rumah.

Warga Sungai Bilu, Sanari (70) mengaku sudah lebih dari sepekan hidup berdampingan dengan banjir yang masuk hingga ke dalam rumahnya.

“Air masuk ke rumah, kami susah beraktivitas. Mau keluar rumah juga susah, semuanya serba terbatas,” ucapnya lirih.

Kondisi memprihatinkan ini mendapat perhatian anggota DPRD Kota Banjarmasin yang turun langsung meninjau lokasi.

Anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Noorlatifah menilai banjir di Sungai Bilu sudah berada pada tahap darurat.

“Air bukan hanya menggenangi jalan, tapi sudah masuk ke rumah warga. Masyarakat tidak bisa beraktivitas normal, ini harus menjadi perhatian serius,” tegas perempuan yang akrab disapa Lala ini.

Ia mengingatkan, banjir yang berlangsung lebih dari sepekan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.

Karena itu, selain sembako, kebutuhan obat-obatan harus menjadi prioritas bantuan.

“Bantuan sudah disalurkan oleh kecamatan, lurah, dan dewan. Mungkin nilainya tidak besar, tapi setidaknya bisa membantu warga bertahan,” katanya.

Lala juga menekankan perlunya langkah konkret Pemerintah Kota Banjarmasin dalam mitigasi banjir.

Mulai dari pembenahan infrastruktur, drainase, hingga penataan bangunan di bantaran sungai.

“Dinas terkait harus punya masterplan terintegrasi. Bangunan yang berdiri di atas sungai harus ditindak tegas, karena menghambat aliran air,” ujarnya.

Senada, anggota DPRD Fraksi Gerindra, Husaini menyebut Sungai Bilu sebagai salah satu titik banjir terparah di Banjarmasin selain Sungai Lulut Dalam, Kuripan, dan Kebun Bunga.

“Hasil kunjungan kami menemukan banyak drainase tersumbat. Sudah kami koordinasikan dengan dinas terkait, dan langsung ditindak dengan pembersihan saluran,” ungkapnya.

Plt Camat Banjarmasin Timur, Eka Rahayu Normasari menjelaskan banjir berdampak pada tiga kelurahan, yakni Sungai Lulut, Pengambangan, dan Karang Mekar.

“Yang paling parah memang Sungai Lulut. Tetapi di Sungai Bilu juga masih ada beberapa rumah warga yang terendam,” jelas Ayu.

Berdasarkan arahan Wali Kota Banjarmasin, kecamatan telah melakukan survei menyeluruh terhadap warga terdampak.

Terutama mereka yang aktivitas ekonominya lumpuh akibat banjir.

“Total terdampak sekitar 5.339 kepala keluarga. Yang sudah menerima bantuan baru sekitar 1.500 KK. Sisanya masih sekitar 3.000-an KK yang perlu mendapat perhatian,” katanya.

Penyaluran bantuan dilakukan bertahap dengan skala prioritas.

“Kami dahulukan wilayah paling parah seperti Sungai Lulut, kemudian Karang Mekar, Pengambangan, dan titik-titik berat di Sungai Bilu. Bantuan akan terus diupayakan agar merata,” ujarnya.

Ia menegaskan, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan Pemko Banjarmasin.

“Pak Wali sudah mendorong kerja sama lintas daerah, mulai Kabupaten Banjar, provinsi, hingga pusat. Khususnya terkait pengerukan dan penataan sungai. Ini butuh perencanaan matang dan tidak bisa instan,” tandasnya.

Diketahui, seluruh 45 anggota DPRD Kota Banjarmasin turun langsung ke daerah pemilihan masing-masing untuk meninjau banjir sebagai bentuk pengawasan dan penyerapan aspirasi warga.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Banjir #DPRD Banjarmasin #Sungai Bilu