Syarif, yang juga mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Barito Kuala, menyampaikan keprihatinannya atas dugaan adanya intervensi dalam pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Batola. Surat terbuka tersebut disampaikan pada Kamis (1/1).
Dalam suratnya, Syarif menilai proses Musda di tingkat daerah berpotensi tidak berjalan sebagaimana mestinya dan menyimpang dari mekanisme organisasi. Ia menyoroti dinamika pemilihan Ketua DPD Golkar Batola yang menurutnya telah mengarah pada satu figur tertentu, bahkan sebelum Musda resmi digelar.
Kondisi tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip demokrasi internal serta AD/ART Partai Golkar.
"Musda semestinya menjadi forum demokratis bagi kader untuk menentukan arah kepemimpinan, bukan sekadar agenda formal untuk mengukuhkan keputusan yang telah disiapkan," tulis Syarif dalam suratnya.
Ia juga menyebut persoalan serupa pernah terjadi sebelumnya, termasuk dalam proses penetapan Ketua DPRD Kabupaten Barito Kuala yang dinilainya tidak sepenuhnya mengacu pada mekanisme organisasi.
Menurut Syarif, praktik-praktik tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan kader yang selama ini berjuang membesarkan partai hingga ke tingkat akar rumput.
"Situasi ini tentu berdampak pada semangat dan kepercayaan kader terhadap marwah partai," ujarnya.
Sebagai kader yang telah mengabdi selama empat periode, Syarif mengaku khawatir Partai Golkar justru kehilangan nilai-nilai dasar demokrasi internal yang selama ini menjadi kekuatan utama partai. Jika dibiarkan, ia menilai hal itu dapat mengganggu soliditas dan kesiapan partai menghadapi agenda politik ke depan.
Melalui surat terbuka tersebut, Syarif berharap Ketua Umum DPP Partai Golkar dapat melakukan evaluasi dan memastikan seluruh tahapan Musda berjalan secara transparan, adil, dan tanpa intervensi dari pihak mana pun.
Ia juga menyatakan kesiapan berkontribusi lebih jauh bagi partai, termasuk apabila diberikan amanah memimpin DPD Golkar Kabupaten Barito Kuala melalui proses yang demokratis dan dapat diterima seluruh kader.
"Golkar akan tetap kuat jika keadilan organisasi ditegakkan dan setiap kader dihargai secara bermartabat," tulisnya.
Syarif menambahkan, hingga hari ketujuh sejak surat tersebut disampaikan, belum ada respons dari DPP Partai Golkar. Ia pun berharap Musda Golkar Batola segera digelar."Tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun." harapnya
Editor: Arif Subekti
Editor : Arief