Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dipengaruhi Pertumbuhan Penduduk, Pemilih Kalsel Bertambah 89.357

M Fadlan Zakiri • Sabtu, 20 Desember 2025 | 17:56 WIB
HASIL RAPAT: Penandatanganan BA hasil rapat pleno PDPB 2025 semester II oleh KPU Kalsel Kalsel.
HASIL RAPAT: Penandatanganan BA hasil rapat pleno PDPB 2025 semester II oleh KPU Kalsel Kalsel.

BANJARBARU – Jumlah pemilih di Banua kembali mengalami lonjakan signifikan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Selatan menetapkan 3.151.474 pemilih berkelanjutan pada Semester II Tahun 2025, meningkat hampir 90 ribu pemilih dibandingkan Semester I 2025.

Penetapan tersebut dilakukan melalui rapat pleno terbuka rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) dan disahkan oleh KPU RI pada Rabu (17/12).

Ketua KPU Kalsel Andi Tenri Sompa mengatakan, dari total pemilih tersebut, 1.574.395 merupakan pemilih laki-laki dan 1.577.079 pemilih perempuan.

Secara keseluruhan, jumlah pemilih bertambah 89.537 orang dari sebelumnya 3.061.937 pemilih. “Penambahan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk, masuknya pemilih pemula yang telah berusia 17 tahun, serta perpindahan domisili penduduk dari luar daerah, termasuk pensiunan TNI dan Polri,” ujar Andi Tenri saat dikonfirmasi, Kamis (18/12) malam.

Dalam data tersebut, jelas Tenri, Kota Banjarmasin menjadi daerah dengan jumlah pemilih terbanyak, yakni 503.415 orang. Disusul Kabupaten Banjar dengan 440.122 pemilih, serta Kabupaten Tanah Laut sebanyak 270.632 pemilih.

Daerah lain yang juga memiliki jumlah pemilih cukup besar antara lain Kabupaten Barito Kuala dengan 245.750 pemilih, Kabupaten Tanah Bumbu sebanyak 248.646 pemilih, serta Kabupaten Kotabaru yang mencapai 241.145 pemilih. “Sementara jumlah pemilih paling sedikit tercatat di Kabupaten Balangan dengan 99.882 pemilih,” rincinya.

Tenri menegaskan, PDPB merupakan instrumen strategis untuk menjaga akurasi dan integritas data pemilih. Pemutakhiran dilakukan secara berkala dengan menyinkronkan data kependudukan nasional, termasuk data pemilih dari luar negeri. “PDPB memastikan data pemilih selalu mutakhir dan sesuai kondisi riil di lapangan,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam pelaksanaannya. Mulai dari keterlambatan pelaporan perubahan status kependudukan, tingginya mobilitas penduduk, hingga rendahnya literasi masyarakat terkait kewajiban melaporkan perubahan data.

Karena itu, KPU Kalsel mendorong penguatan integrasi data antarlembaga, peningkatan sosialisasi publik, optimalisasi teknologi informasi, serta pengawasan partisipatif masyarakat.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Banjar Abdul Muthalib, membenarkan bahwa jumlah pemilih di wilayahnya meningkat 4.775 orang dibandingkan triwulan sebelumnya.

Ia menambahkan, pemutakhiran data dilakukan setiap triwulan dengan melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk memastikan validitas dan kesesuaian data kependudukan. “Data pemilih adalah jantung dari pemilu yang berkualitas. Data yang akurat, mutakhir, dan terpercaya menjadi fondasi terselenggaranya pemilu yang jujur dan berintegritas,” tegas Abdul.

Editor : Arief
#pemilih #Kalsel #Pemilu #kpu