BANJARMASIN – Ketua Bawaslu Kalimantan Selatan, Aries Mardiono menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengawal jalannya demokrasi.
Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan lebih dari 50 mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Antasari Banjarmasin di kantor Bawaslu Kalsel, Kamis (18/12/2025).
Aries menekankan, bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tugas penyelenggara, melainkan tanggung jawab bersama.
Mahasiswa, menurutnya, memiliki daya kritis dan idealisme yang kuat, sehingga dapat menjadi motor penggerak budaya pengawasan partisipatif.
“Mahasiswa memiliki modal penting dalam memastikan pemilu dan pilkada berjalan jujur, adil, dan berintegritas. Mereka bisa membantu menyampaikan informasi, mengedukasi masyarakat, serta melaporkan dugaan pelanggaran secara objektif dan bertanggung jawab,” ujar Aries.
Kunjungan mahasiswa tersebut merupakan bagian dari mata kuliah Komunikasi Politik dan Budaya yang dipimpin dosen pengasuh, Samsul Rani.
Dalam diskusi bertema Partisipasi Publik dalam Pengawasan Pemilu dan Pilkada Tahun 2024 di Kalimantan Selatan, mahasiswa diajak memahami langsung tugas pokok dan wewenang Bawaslu.
Rani menuturkan, wawasan praktis mengenai pengawasan pemilu yang efektif sangat diperlukan bagi mahasiswa.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga bagaimana pengawasan partisipatif dapat dilakukan masyarakat secara luas,” katanya.
Editor : Eddy Hardiyanto