MARTAPURA – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Banjar M Saidi menyoroti banjir rob yang kerap merendam Kecamatan Aluh-Aluh dan merusak sejumlah ruas jalan.
Ia menilai, peningkatan kualitas infrastruktur jalan menjadi langkah paling realistis untuk menekan dampak rob yang datang hampir setiap hari.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan setempat, Saidi mendorong pembangunan jalan berpaving di Aluh-aluh.
Menurutnya, meski rob tidak bisa dicegah, kondisi jalan yang baik setidaknya mampu mengurangi genangan dan menjaga mobilitas warga.
“Rob itu bencana, tidak bisa ditahan. Tapi dampaknya bisa dikurangi. Salah satunya dengan jalan berpaving,” ungkap Saidi belum lama tadi.
Saidi menegaskan, persoalan menjadi serius ketika air pasang datang bersamaan dengan kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah.
“Kalau banjir sudah terjadi dan jalannya rusak, kasihan warga yang melintas,” katanya.
Ia bahkan menyebut, rob yang rutin terjadi tidak akan terlalu mengganggu bila infrastruktur memadai.
“Kalau rob tiap hari tapi jalannya mulus, itu tidak masalah. Yang jadi masalah, jalannya rusak ditambah banjir,” tegas politisi PKS tersebut.
Karena itu, Saidi meminta pemerintah daerah menghentikan pola perbaikan tambal sulam.
Wilayah rawan rob seperti Aluh-Aluh, menurutnya, memerlukan perlakuan khusus dalam pembangunan.
“Jangan sedikit-sedikit diperbaiki. Kalau mau diperbaiki, sekalian kuat supaya tidak cepat rusak lagi,” ujarnya.
“Ke depan harus kita evaluasi penganggaran di Aluh-Aluh ini,” ucapnya.
Selain infrastruktur, Saidi juga menyinggung penyaluran bantuan bagi warga terdampak rob yang dinilai belum merata.
Sebab, saat ini masih ada 16 desa terdampak di Aluh-Aluh namun belum tersentuh bantuan pemerintah.
“Bantuan harus segera didistribusikan lagi. Masih ada desa-desa yang belum tersentuh,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama DPRD segera menyepakati penanganan yang lebih tegas dan terukur.
“Pembangunan di Aluh-Aluh jangan setengah-setengah. Diusahakan satu hingga dua tahun bisa tuntas agar hasilnya efektif,” tegasnya.
Editor: Arif Subekti
Editor : Arief