MARTAPURA – Ancaman cuaca ekstrem di tengah puncak musim hujan mulai menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Banjar.
Ketua Komisi II DPRD Banjar, Lauhul Mahfudz, mendorong petani untuk memperkuat kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi kerusakan tanaman dan penurunan produksi pertanian.
Lauhul menilai, kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi berisiko besar terhadap tanaman pangan, terutama padi dan komoditas hortikultura yang rentan terhadap genangan air berkepanjangan.
“Cuaca ekstrem ini tidak bisa dianggap biasa. Petani harus lebih waspada dan memperhatikan kondisi lahan sejak dini, terutama saluran air dan sistem irigasi,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Minggu (14/12/2025).
Ia menegaskan, upaya pencegahan menjadi langkah paling realistis untuk melindungi hasil pertanian di tengah curah hujan tinggi.
Menurutnya, genangan yang dibiarkan terlalu lama berpotensi merusak tanaman hingga memicu gagal panen.
Tak hanya menyasar petani, Komisi II DPRD Banjar juga menyoroti peran pemerintah daerah, khususnya dalam menekan kerugian dampak cuaca ekstrem ini
Lauhul mendorong dinas teknis agar lebih aktif melakukan pendampingan dan respons cepat di lapangan.
“Pendampingan kepada kelompok tani harus diperkuat. Sarana pendukung seperti pompa air dan bantuan benih harus disiapkan jika terjadi kerusakan tanaman,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya koordinasi antara petani, penyuluh, dan pemerintah daerah agar dampak musim hujan dapat ditekan secara sistematis.
Lauhul juga mengingatkan petani agar menjadikan prakiraan cuaca dari BMKG sebagai dasar penyusunan pola tanam.
Penyesuaian waktu tanam serta pemilihan varietas yang lebih tahan terhadap kondisi ekstrem dinilai menjadi strategi penting dalam menjaga produktivitas.
“Informasi cuaca harus dimanfaatkan. Dengan pola tanam yang tepat, risiko kerugian bisa dikurangi,” katanya.
Di tengah dinamika cuaca yang kian ekstrem, Lauhul berharap kesiapsiagaan kolektif mampu menjaga stabilitas sektor pertanian Kabupaten Banjar.
“Ketahanan pangan daerah tidak boleh terganggu hanya karena kita terlambat mengantisipasi. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Editor : Arief