Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tutup Kemungkinan Jalan Pintas, Syarif Faisal Klaim 16 Suara di Musda Golkar Batola

Maulana Radar Banjarmasin • Kamis, 4 Desember 2025 | 03:47 WIB

KONSOLIDASI: Sejumlah perwakilan Pengurus Kecamatan (PK), Hasta Karya Golkar dan organisasi sayap, menyatakan komitmennya mendukung Syarif Faisal.
KONSOLIDASI: Sejumlah perwakilan Pengurus Kecamatan (PK), Hasta Karya Golkar dan organisasi sayap, menyatakan komitmennya mendukung Syarif Faisal.
MARABAHAN – Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Barito Kuala (Batola) kian mendekat.

Suhu politik internal partai berlambang beringin itu pun mulai menghangat menjelang kontestasi pemilihan ketua.

Salah satu bakal calon Ketua DPD Golkar Batola, Syarif Faisal, yang juga anggota DPRD Barito Kuala, mengklaim telah mengantongi 16 dukungan dari total 22 suara sah yang ada.

Baca Juga: Lewat Pantun Wawali Banjarmasin Ananda Ungkap Rencana Nikah dengan Maulana Mansyur, Adik Bupati Banjar

Ia menyebut 16 pemilik suara tersebut telah berkonsolidasi dan mempertegas dukungan kepadanya sebagai bakal calon ketua.

Syarif berharap pelaksanaan Musda dapat berjalan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.

Ia juga menegaskan seluruh calon ketua harus memenuhi persyaratan serta berkomitmen untuk kemajuan partai.

Baca Juga: Teror Kera Liar Aluh-Aluh Makin Brutal, 10 Warga Terluka

Tuding Ada Calon yang Ambil Jalan Pintas

"Yang paling utama adalah menjaga marwah Partai Golkar. Musda harus berjalan sesuai aturan AD/ART, jangan sampai dilanggar.

Kami melihat ada indikasi calon tertentu yang mengambil jalan pintas untuk bisa mendapatkan posisi Ketua DPD. Inilah yang terus kami jaga dan pagari," tegas Syarif.

Baca Juga: Sidak Agen LPG 3 Kg, DKUMPP Banjar Temukan Semua Timbangan Akurat

Ia menambahkan, sebagai pengurus Golkar di tingkat kabupaten hingga kecamatan, pihaknya sangat memahami dinamika yang terjadi.

Apa yang telah diperjuangkan selama ini harus tetap dijaga agar tidak mudah dimasuki pihak-pihak yang tidak memahami perjalanan Partai Golkar di Batola.

Syarif tidak menyebutkan secara spesifik siapa calon yang dimaksud mengambil jalan pintas. Namun, pernyataannya mengindikasikan adanya persaingan ketat menjelang Musda dan kekhawatiran terhadap mekanisme yang tidak sesuai aturan.

Baca Juga: Banjir Rendam Puluhan Rumah di Balai Pangeran Paringin Selatan

Jadwal Musda Diundur ke 14 Desember

Awalnya, Musda DPD Golkar Batola dijadwalkan digelar pada 6 Desember 2025. Tahapan dimulai dengan pengumuman pada 26–29 November, pendaftaran 1–3 Desember, serta verifikasi 4–5 Desember.

"Namun pada tanggal 6 itu, DPD Golkar Provinsi ternyata sudah memiliki agenda Musda di kabupaten lain. Karena itu kami mengusulkan agar pelaksanaan Musda Batola digelar pada 14 Desember, sehingga seluruh tahapan disesuaikan sebelum tanggal tersebut," jelasnya.

Baca Juga: Banjir Rendam Puluhan Rumah di Balai Pangeran Paringin Selatan

Perubahan jadwal ini memberikan waktu tambahan bagi para bakal calon untuk mempersiapkan diri dan mengonsolidasikan dukungan.

Namun, di sisi lain juga membuka peluang dinamika politik yang lebih kompleks menjelang hari H.

Optimis 16 Suara Tak Berubah

Baca Juga: Kejari Tala Selamatkan Aset Negara Rp522,8 Miliar Milik Inhutani I

Terkait dukungan, Syarif tetap optimistis 16 suara yang diklaimnya telah mengantongi komitmen tertulis tidak akan berubah meski ada upaya persuasi dari calon lain.

"Insya Allah saya yakin mereka tidak akan mengubah dukungan, meskipun ada janji-janji dari calon lain," ujarnya.

Syarif juga menegaskan bahwa Partai Golkar merupakan partai terbuka. Namun, setiap bakal calon tetap harus mengikuti mekanisme organisasi dengan mengantongi rekomendasi dari DPP Partai Golkar sebagai syarat mengikuti Musda.

Baca Juga: Wisatawan Susur Sungai Masih Suka Duduk di Atap Kelotok Meski Ada Larangan

Rekomendasi DPP Bukan Berarti Aklamasi

"Rekomendasi itu hanya sebagai syarat untuk ikut kontestasi, bukan berarti langsung ditunjuk secara aklamasi oleh Ketua DPP. Aklamasi hanya bisa terjadi jika calon tunggal dan memperoleh 50 persen plus satu suara. Jika ada dua calon, maka aklamasi gugur," terangnya.

Ia menjelaskan, syarat pencalonan minimal harus mengantongi 30 persen dari total jumlah suara.

Baca Juga: Peringati Hari Disabilitas International, BSI Tingkatkan Layanan Ramah Difabel

Dari 22 suara sah yang ada, maka dibulatkan menjadi 7 suara sebagai syarat minimal bagi setiap bakal calon untuk bisa maju dalam kontestasi.

"Adapun syarat pencalonan minimal harus mengantongi 30 persen dari total jumlah suara. Dari 22 suara sah, maka dibulatkan menjadi 7 suara sebagai syarat minimal bagi setiap bakal calon," pungkasnya.

Dengan klaim 16 suara, Syarif Faisal tampak unggul jauh melampaui syarat minimal. Namun, hingga pelaksanaan Musda pada 14 Desember mendatang, dinamika politik internal Golkar Batola masih bisa berubah seiring dengan konsolidasi yang terus berjalan. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#Syarif Faisal Golkar #politik internal Golkar #Musda Golkar Batola #Partai Golkar Barito Kuala #pemilihan ketua dpd #jalan pintas