BANJARBARU – Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari fasilitasi warga Syamsuddin Noor berlatih pembuatan sabun dari Eco Enzym, Senin (1/12) sore kemarin di Jalan Kasturi I RT 33/RW 7 Kelurahan Syamsudin Noor.
Emi menjelaskan, konsep reses berbasis praktik pengolahan sampah organik ini dipilih untuk menjawab persoalan sampah domestik yang terus meningkat. Ia menilai, sampah organik rumah tangga perlu diintervensi sejak dari sumbernya.
“Oleh karenanya, ini bagian dari fokus kita bagaimana melakukan edukasi ke masyarakat. Makanya kita menghadirkan pengurus bank sampah dan perwakilan masyarakat aktif di tingkat RT,” ujarnya.
Dalam sesi pelatihan, warga diajarkan cara mengolah limbah dapur menjadi eco enzyme dan mempraktikkannya sebagai bahan dasar pembuatan sabun ramah lingkungan.
Emi berharap keterampilan itu dapat diteruskan ke komunitas masing-masing, sehingga pengurangan sampah bisa dimulai dari rumah.
“Kalau sampah organik bisa kita kelola sendiri, produksi sampah yang diangkut ke TPA juga berkurang. Ini langkah sederhana tapi dampaknya besar,” kata Emi.
Ketua Eco Enzyme Nusantara, Dr Eng Akbar Rahman, menambahkan bahwa pengelolaan sampah dari sumbernya merupakan solusi paling efektif mengurangi timbunan di TPA.
Ia menilai pembuatan sabun eco enzyme bukan hanya bermanfaat secara lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi warga.
“Di sini kita melatih warga bagaimana mengurangi sampah dari rumah. Mereka sangat antusias membuat eco enzyme dan sabun eco enzyme,” tuturnya.
Akbar optimistis pelatihan ini dapat berkelanjutan, sehingga pengelolaan sampah organik menjadi keterampilan baru masyarakat.
“Mudah-mudahan ini berlanjut, sehingga persoalan sampah bisa teratasi dari sumbernya,” ucapnya
Editor : Arif Subekti