Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mitigasi Banjir di Banjarmasin Jangan Setengah Hati

Muhammad Rizky • Senin, 1 Desember 2025 | 08:00 WIB

 

HARUS TUNTAS: Pekerjaan perbaikan drainase di jalan Lambung Mangkurat untuk meningkatkan kapasitas saluran dan mencegah genangan saat musim hujan.
HARUS TUNTAS: Pekerjaan perbaikan drainase di jalan Lambung Mangkurat untuk meningkatkan kapasitas saluran dan mencegah genangan saat musim hujan.
BANJARMASIN – Langkah cepat Pemerintah Kota Banjarmasin dalam melakukan pencegahan banjir jelang puncak musim hujan mendapat apresiasi dari Sekretaris Komisi III DPRD Banjarmasin, Hj Syarifah Saqinah. Namun, apresiasi itu sekaligus dibarengi peringatan agar mitigasi tidak setengah hati.

“Kita harus bergerak cepat. Kami mengapresiasi pemko yang sudah mulai melakukan antisipasi sejak dini,” ujarnya.

Menurut Syarifah, posisi Banjarmasin sebagai kota dataran rendah membuatnya sangat rentan tergenang ketika hujan berintensitas tinggi. Karena itu, fungsi drainase dan aliran sungai harus bekerja maksimal. “Sedikit lengah, air langsung naik,” tambahnya.

Dalam rapat bersama Dinas PUPR sebelumnya, Komisi III menekankan pentingnya menjaga kebersihan drainase, serta mempercepat pengerukan sungai-sungai yang mulai dangkal. Namun, ada catatan merah, progres pembangunan drainase baru dinilai masih seret. “Dari evaluasi sejumlah paket, baru sekitar 50 persen. Waktu tinggal satu bulan. Kami berharap pekerjaan tuntas tepat waktu dan kualitas tetap dijaga,” tegasnya.

Ia mengingatkan, banjir besar yang pernah melanda kota ini lima tahun lalu seharusnya menjadi pelajaran pahit yang tak boleh terulang. Infrastruktur, menurutnya, hanya satu sisi dari upaya besar pencegahan banjir.

Politisi PAN ini menekankan pentingnya peran masyarakat. Mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, hingga tidak mendirikan bangunan di atas saluran air. “Ini tanggung jawab bersama. Banjir bukan cuma urusan pemerintah,” katanya.

Ia berharap kolaborasi antara pemko dan warga terus menguat. Jika tidak, ancaman banjir musiman akan terus menghantui kota seribu sungai itu setiap tahun.

Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Banjarmasin, Kartika Eulistarina usai rapat dengan Komisi III sebelumnya, tak menampik bahwa sejumlah proyek pembangunan tahun ini masih melambat. Tahun anggaran 2025 sudah di ujung mata, capaian fisik di lapangan belum sesuai harapan. “Rata-rata progres fisik baru sekitar 55 persen. Ini memang belum maksimal,” ujarnya.

Kartika menjelaskan, keterlambatan disebabkan beberapa faktor. Mulai dari rendahnya penyerapan anggaran di beberapa kegiatan, hingga kendala teknis yang muncul selama proses pengerjaan. Salah satu proyek yang paling mendapat sorotan adalah pembangunan trotoar di kawasan Jalan Lambung Mangkurat, yang perkembangannya masih jauh dari target. “Salah satu proyek yang menjadi catatan kami adalah trotoar Lambung Mangkurat,” sebutnya.

Untuk itu, pihaknya sudah mewanti-wanti kontraktor agar mempercepat ritme pekerjaan. Kartika menegaskan tenggat waktu tidak berubah: seluruh proyek harus dirampungkan pada Desember. “Kami sudah menegaskan kepada kontraktor agar segera menuntaskan pekerjaan, meskipun masih ada kendala akses jalan masuk ke lokasi pembangunan,” katanya.

Ia berharap percepatan benar-benar terjadi dalam beberapa minggu ke depan, agar seluruh paket pekerjaan dapat terselesaikan tanpa mengorbankan kualitas konstruksi. (gmp/al/dye)

Editor : Muhammad Rizky
#Banjir #hujan #genangan #pekerjaan