Menurut Renny, memasuki usia 60 tahun, Tapin sudah berada pada fase kedewasaan yang menuntut peningkatan kualitas kerja lembaga publik.
“Hari Jadi ke-60 Tapin adalah momentum refleksi bagi kami di DPRD untuk menilai sejauh mana peran lembaga ini dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi komitmen untuk bekerja lebih baik, lebih transparan, dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Senin (1/12/2025).
Renny menyampaikan bahwa Tapin bisa lebih maju dan sejahtera ke depannya.
“Harapan kami, Tapin dapat tumbuh sebagai daerah yang maju namun tetap berkarakter kuat, dengan pembangunan yang merata dari kota hingga pelosok desa. Kami ingin Tapin aman, sejahtera, ramah lingkungan, serta memiliki SDM yang unggul dan berdaya saing,” katanya.
Sebagai wakil rakyat, Renny menilai peran masyarakat tidak tergantikan dalam menjaga ritme pembangunan. Ia berharap masyarakat Tapin tidak hanya menjadi penonton, tetapi terus terlibat aktif.
“Kami mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan, berpartisipasi aktif, dan menyampaikan aspirasi secara konstruktif. Dukungan masyarakat adalah energi utama bagi pemerintah dan DPRD,” tegasnya.
Dalam momentum Harjad ke-60 ini, Renny menegaskan bahwa DPRD Tapin berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Sinergi, menurutnya, menjadi kunci agar kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“DPRD membangun komunikasi yang lebih terbuka, profesional, dan kolaboratif dengan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, sampai masyarakat sipil. Kolaborasi ini memastikan setiap kebijakan memiliki landasan kuat dan manfaatnya terasa langsung,” jelasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto