Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

PBNU Dilanda Kisruh Internal, PWNU Kalsel Patuhi Keputusan Rais Aam

M Fadlan Zakiri • Jumat, 28 November 2025 | 16:00 WIB

 

Photo
Photo

Sementara, Kalimantan Selatan tercatat sebagai salah satu wilayah yang lebih dulu mendorong Gus Yahya mundur. Katib Syuriyah PBNU sekaligus tokoh NU Kalsel, KH Syarbani Haira, telah menyampaikan seruan itu sejak 28 Agustus 2025 lalu.

Ia menilai polemik Berkowitz melukai konsistensi NU dalam mendukung kemerdekaan Palestina. “Banyak kiai dan tokoh NU di Kalsel resah. Jangan sampai sikap pribadi menyeret organisasi,” tegasnya.

Syarbani menyebut, ia telah berdiskusi dengan sejumlah kiai, mantan rais syuriyah, dan tokoh NU di Kalsel dan mayoritas memiliki kesimpulan yang sama. Yaitu Gus Yahya sebaiknya legawa mundur. Mundurnya Gus Yahya sebutnya adalah langkah moral. “NU lebih besar daripada individu mana pun. Mundur menunjukkan sikap ksatria,” katanya.

Sisi lain, sikap Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalsel menjadi sorotan setelah memilih tidak menghadiri rapat koordinasi (Rakor) yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Surabaya, Sabtu (22/11) lalu.

Rakor tersebut berlangsung di tengah menguatnya desakan agar Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, mundur pascakontroversi kehadiran akademisi Amerika Serikat, Peter Berkowitz, yang dikenal pro-zionis.

Undangan rakor ditandatangani Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni. Namun, sejumlah PWNU dari berbagai daerah absen, termasuk Kalimantan Selatan. Ketua Tanfidziyah PWNU Kalsel, Muhammad Tambrin, membenarkan dirinya tidak hadir. “Saya tidak hadir. Posisi lagi di Banjarmasin,” ujarnya singkat, Sabtu (22/11) pekan lalu.

Ia tidak merinci alasan absensi tersebut. Namun, Tambrin memastikan satu hal. “Kami samina wa atho’na. PWNU Kalsel patuh pada keputusan Rais Aam,” tegasnya.

Absennya PWNU Kalsel bukan sekadar ketidakhadiran teknis. Sumber internal menyebut, ini bentuk sikap tegas PWNU Kalsel terhadap sejumlah keputusan kontroversial Ketua Umum PBNU. Dia mengatakan, keputusan ini diambil setelah dinamika internal yang cukup kuat. “Karena itulah PWNU Kalsel memilih tidak hadir,” ujarnya.

Namun sikap keras ini tidak sepenuhnya mendapat dukungan penuh dari struktur NU di tingkat cabang. “Keputusan beliau bagus dan tegas. Tapi banyak juga yang khawatir sikap terlalu keras bisa menimbulkan perpecahan di warga NU Kalsel,” katanya.

Hal ini pun menimbulkan, dinamika bahkan menyisakan kekhawatiran tersendiri. “Wajar ada yang bersikap keras, ada yang memilih diam. Dua-duanya ingin yang terbaik bagi NU dan tidak ingin terjadi pembelahan,” tambahnya.

Kendati demikian, ia tak menampik absennya PWNU Kalsel di rakor PBNU tersebut, dipandang sebagai sinyal bahwa NU Kalsel ingin mempertegas posisi, sekaligus menjaga muruah organisasi di tengah kontroversi nasional yang belum mereda.

Editor : Muhammad Rizky
#gus yahya #pwnu #ketua umum pbnu