BANJARMASIN – Pemprov Kalsel memastikan pekerjaan pembangunan stadion bertaraf internasional. Kepastian tersebut setelah disetujuinya masuk dalam pembangunan Kalsel di tahun jamak, di mulai tahun 2026 mendatang.
Stadion ini ditargetkan akan selesai dan dapat digunakan pada tahun 2029 mendatang. Sesuai janji kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel. Masuknya proyek pembangunan stadion ini disampaikan saat Rapat Paripurna DPRD Kalsel, Selasa (25/11).
Selain stadion bertaraf internasional. Ada tiga proyek lain yang juga masuk dalam program pembangunan tahun jamak. Yakni, pembangunan rumah dinas gubernur di Banjarbaru, gedung DPRD Kalsel di Banjarbaru, dan Jembatan Pulau Laut, Kotabaru.
Meski masuk dalam program pembangunan tahun jamak, namun letak stadion tersebut masih dirahasiakan Gubernur Kalsel, Muhidin. Dia hanya mengatakan ada dua lokasi yang sudah disiapkan. Yakni di Banjarbaru arah ke Bandara Syamsuddin Noor dan di sekitar Terminal KM 17 Gambut Barakat. “Kita lihat keadaanya. Ada dua lokasi disiapkan,” ujarnya.
Begitu juga dengan anggaran yang disiapak mulai tahun depan. Muhidin tak mengungkap. “Belum tahu kepastiannya. Yang pasti dianggarkan,” imbuhnya.
Menurutnya, meski belum memastikan total anggaran, alokasi dana untuk pembebasan lahan akan dimasukkan dalam APBD 2026.
Stadion internasional ini dirancang tak sekadar sebagai arena pertandingan. Namun, juga menjadi pusat olahraga terpadu. Digadang, stadion nantinya akan dilengkapi dengan lahan parkir seluas 50 hektare.
Muhidin menegaskan, kehadiran stadion bertaraf internasional ini penting bagi Kalsel sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). “Stadion ini diharapkan menjadi pusat olahraga dan kebanggaan masyarakat Kalsel,” ujarnya.
Rencana pembangunan stadion bertaraf internasional ini disambut antusias berbagai kalangan, termasuk komunitas pecinta sepak bola Banua. Kepastian proyek yang masuk dalam skema pembangunan tahun jamak mulai 2026 hingga ditarget rampung pada 2029 itu dinilai sebagai angin segar bagi perkembangan olahraga di daerah.
Bagi kalangan suporter Barito Putera, kabar tersebut menghadirkan optimisme sekaligus harapan baru. Ketua Barito Mania (Bartman), Dedy Sattardi, melalui Sekretaris Umum Zainu Abdillah, menyampaikan kegembiraannya mendengar komitmen pemerintah daerah.
“Kami tentu senang dan mengapresiasi rencana ini. Stadion bertaraf internasional bukan hanya sebagai sarana peningkatan prestasi olahraga, tetapi juga bisa menjadi landmark baru bagi Kalimantan Selatan,” ujar pria yang akrab disapa Zezen itu, Selasa (25/11).
Namun di balik antusiasme itu, terselip pula catatan penting. Tingginya ekspektasi masyarakat dinilai sebagai konsekuensi dari janji politik yang disampaikan saat masa kampanye. Apalagi, kabar mengenai adanya studi banding ke Jakarta International Stadium (JIS) turut memantik bayangan publik tentang stadion megah yang kelak berdiri di Banua. “Ekspektasi masyarakat sangat tinggi. Apalagi ini adalah janji politik. Jadi tentu akan sangat ditagih realisasinya, bukan hanya wacana,” tambahnya.
Ia pun berharap pembangunan stadion tidak hanya berhenti pada rencana, tetapi benar-benar berjalan sesuai timeline. Di sisi lain, pemerintah juga diingatkan agar tidak melupakan penyelesaian Stadion 17 Mei yang saat ini proses pembenahannya masih menyisakan pekerjaan rumah.
“Semoga proyek baru ini berjalan sesuai target, tapi kami juga berharap perampungan Stadion 17 Mei tetap diprioritaskan agar bisa segera lolos verifikasi dan kembali digunakan untuk pertandingan resmi,” pungkasnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief