BANJARMASIN - Ratusan mahasiswa yang demo di Kantor DPRD Kalsel pada Senin (24/11/2025) siang, tidak hanya menyuarakan penolakan terhadap KUHAP.
Mereka juga menyuarakan persoalan di daerah.
Para demonstran menyinggung soal kesulitan Pertamax yang belakangan terjadi di Kalsel.
“Pertalite brebet. Apakah ini monopoli perdagangan?,” singgung orator.
Dalam tuntutan utamanya, para mahasiswa dari berbagai universitas itu menegaskan bahwa Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru disahkan oleh DPRI RI belum lama ini, sangat bermasalah.
Mereka menilai beberapa pasal di KUHAP rentan disalahgunakan, dan lebih tajam hanya untuk masyarakat bawah.
“Dirasa ini ke depan akan menyulitkan kami,” teriak salah satu mahasiswa.
Selain itu mereka juga mempermasalahkan isu lingkungan di Kalsel seperti aktivitas pertambangan ilegal dan Taman Nasional Meratus.
Editor : Eddy Hardiyanto