Dalam forum lima tahunan itu, Yunita Ningsih ditetapkan sebagai Ketua DPC PDIP Banjar menggantikan Fahrani.
Yunita, politisi senior yang sudah empat periode duduk di DPRD Banjar, membenarkan adanya perombakan kepengurusan di seluruh kabupaten/kota di Kalsel.
Baca Juga: Kejagung Cekal Lima Tersangka Korupsi DJP, Kerugian Negara Rp150 Miliar dan Sitaan Aset
“Benar ada pergantian kepengurusan di 13 kabupaten dan kota. Saya diberi kepercayaan sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Banjar,” ujarnya, Kamis (20/11).
Ia menegaskan amanah tersebut bukan sekadar rotasi, tetapi langkah strategis untuk memperkuat mesin politik PDIP di Banjar.
Menurut Yunita, tugas pertama yang ia gas adalah konsolidasi internal. “Selain itu juga penataan kembali struktur organisasi di tingkat cabang hingga ranting,” katanya.
Baca Juga: Makna Kepahlawanan Tidak Sebatas Keberanian Fisik, Melainkan Keberanian Moral
Penguatan soliditas menjadi prioritasnya untuk mendorong performa politik PDIP dalam menghadapi agenda elektoral ke depan.
“Pada intinya kami siap melaksanakan tugas dan target yang diberikan DPP. Konsolidasi menjadi kunci agar kinerja kader semakin optimal,” tegasnya.
Instruksi itu sejalan dengan arahan DPP PDIP yang disampaikan Abdullah Azwar Anas dalam Konferda.
Baca Juga: Drainase Banjarmasin Digarap di Musim Hujan, Pengamat Soroti Risiko Struktur dan Efektivitas
Ia meminta seluruh kader kembali memperkuat kedekatan dengan masyarakat sebagai identitas PDIP.
“Kader partai harus turun ke masyarakat. Inovasi juga diperlukan untuk bertahan di tengah perubahan digital. Pilihannya hanya dua: berinovasi atau mati,” ujar Anas.
Ia mencontohkan kemenangan Zohran Mamdani di New York yang berhasil lewat kampanye akar rumput berbiaya minimal.
Baca Juga: Mappanre Tasi 2025, Ritual Syukur Nelayan Kotabaru untuk Keselamatan Melaut
“Kepedulian kepada rakyat kecil lebih menentukan daripada anggaran besar. Datangi masyarakat, sapa mereka, itu yang menarik hati,” tambahnya. (*)