Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Netralitas Media Jadi Sorotan, Kesbangpol dan PWI Kalsel Gelar Pendidikan Politik

Endang Syarifuddin • Jumat, 14 November 2025 | 05:07 WIB

 

BERSAMA MEDIA: Puluhan awak media antusias mengikuti kegiatan Pendidikan Politik bagi Masyarakat yang digelar Badan Kesbangpol Kalsel bekerja sama dengan PWI Kalsel, di Banjarmasin, Kamis (13/11).
BERSAMA MEDIA: Puluhan awak media antusias mengikuti kegiatan Pendidikan Politik bagi Masyarakat yang digelar Badan Kesbangpol Kalsel bekerja sama dengan PWI Kalsel, di Banjarmasin, Kamis (13/11).

BANJARMASIN – Setiap kali menjelang tahun politik, netralitas media menjadi sorotan. Sebagai benteng terakhir tegaknya demokrasi, media pun dituntut untuk tidak berpihak dan tetap berdiri di atas kepentingan publik.

Kesadaran itu ditegaskan dalam kegiatan Pendidikan Politik bagi Masyarakat bertema “Peran dan Netralitas Media dalam Pemberitaan” yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalsel bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel di Banjarmasin, Rabu (13/11).

Kepala Badan Kesbangpol Kalsel, Heriansyah, menyampaikan bahwa pendidikan politik merupakan langkah strategis untuk membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Dia mengatakan, media punya peran besar membentuk opini publik. Karena itu, netralitas menjadi syarat utama agar informasi yang sampai ke masyarakat benar dan berimbang. Ia menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antarinsan media.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan media menjadi kunci menjaga stabilitas politik yang kondusif. “Melalui kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat peran media sebagai penjaga demokrasi, sekaligus membangun masyarakat yang kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi menyesatkan,” ujar Heri.

Sementara, Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie, menegaskan bahwa jurnalis harus memegang teguh kode etik, terutama di masa politik yang rawan intervensi. “Tugas wartawan bukan hanya menyampaikan berita, tapi juga menjaga kepercayaan publik. Kalau media tergelincir, maka yang goyah bukan hanya pemberitaan, tapi juga fondasi demokrasi itu sendiri,” tegasnya.

Helmie mengingatkan, di era digital yang dibanjiri informasi, sering kali mengaburkan batas antara fakta dan opini. Karena itu, wartawan dituntut lebih teliti dalam memverifikasi data sebelum menyebarkannya. “Netralitas bukan berarti diam, tapi berdiri di atas kebenaran dan kepentingan publik,” ujarnya.

Sisi lain, Kepala Sesi Pengelolaan Opini Publik Diskominfotik Kalsel, Chairun Ni’mah, menekankan pentingnya literasi media di kalangan masyarakat. Publik sebutnya harus belajar menjadi konsumen berita yang cerdas. “Tidak semua yang viral itu benar, dan tidak semua yang populer itu penting,” pesannya.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#PWI #kebangpol #netralitas